Selasa, 27 Januari 2026

Banjir Terparah dalam 25 Tahun, Thailand Berduka: 162 Warga Meninggal dan Jutaan Terdampak


 Banjir Terparah dalam 25 Tahun, Thailand Berduka: 162 Warga Meninggal dan Jutaan Terdampak Seorang warga melintasi banjir yang melanda Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, Selasa (25/11/2025). ANTARA FOTO/Xinhua/Sun Weitong/sgd.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Thailand kembali berduka setelah bencana banjir besar melanda wilayah selatan dan menjadi yang terparah dalam kurun waktu 25 tahun terakhir. Hingga Sabtu (29/11/2025), total korban meninggal mencapai 162 orang, sementara lebih dari satu juta rumah tangga ikut terdampak dan masih berjuang bertahan dalam kondisi darurat.

Provinsi Songkhla menjadi wilayah paling parah, dengan angka kematian menembus 126 jiwa. Sementara itu, korban juga tercatat di sejumlah provinsi lain seperti Nakhon Si Thammarat (9 orang), Phattalung (4 orang), Trang (2 orang), Satun (5 orang), Pattani (7 orang), Yala (5 orang), hingga Narathiwat (4 orang). Jumlah tersebut diperkirakan masih dapat berubah seiring dengan proses pencarian dan pendataan lanjutan di lapangan.

Bencana besar ini membuat ribuan warga terisolasi di rumah masing-masing akibat akses jalan terputus. Pemerintah Thailand bergerak cepat dengan mengerahkan tim tanggap darurat untuk evakuasi, distribusi bantuan, dapur umum keliling, perahu penyelamat, hingga unit pemurnian air untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul turut meninjau kondisi terkini dan menjanjikan kompensasi bagi keluarga korban meninggal. Sementara itu, Teerapat Kachamat, Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, menyebutkan bahwa banjir ini berdampak pada 105 distrik di sembilan provinsi selatan, dengan total lebih dari 2,9 juta penduduk terpapar bencana.

Situasi darurat ditetapkan pada Selasa (25/11) di Songkhla, dan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand ditugaskan memimpin langsung operasi penanganan bencana untuk mempercepat bantuan serta penyelamatan warga.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dan intensitas bencana hidrometeorologi semakin meningkat. Upaya pemulihan dan bantuan kemanusiaan kini menjadi fokus utama agar Thailand dapat segera bangkit dari salah satu bencana paling memukul dalam dua dekade terakhir.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru