Loading
Korea Selatan akan Bangun Dua Reaktor Nuklir Baru Skala Besar pada 2037–2038. (Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pemerintah Korea Selatan memastikan rencana pembangunan dua reaktor nuklir skala besar yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2037 dan 2038. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang negara tersebut untuk menjamin pasokan listrik sekaligus menekan emisi karbon.
Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan Korea Selatan Kim Sung-whan mengatakan pemerintah akan melanjutkan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam rencana dasar ke-11 pasokan dan permintaan listrik nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Kim dalam konferensi pers pada Senin.
Rencana dasar ke-11 yang dirampungkan pada Februari 2025 mengatur kebijakan energi nasional untuk periode 2024 hingga 2038. Dokumen tersebut mencakup pembangunan dua reaktor nuklir skala besar baru pada 2037–2038, serta rencana pengoperasian reaktor modular kecil komersial pertama pada 2035.
Kim menegaskan bahwa upaya penanganan perubahan iklim menuntut pengurangan emisi karbon di seluruh sektor ekonomi. Dalam sektor ketenagalistrikan, pemerintah menilai pengurangan ketergantungan terhadap batu bara dan gas alam cair menjadi langkah penting untuk menurunkan emisi secara signifikan.
Menurutnya, sistem kelistrikan Korea Selatan ke depan perlu bertumpu pada kombinasi energi terbarukan dan tenaga nuklir. Kedua sumber energi tersebut dinilai mampu menopang kebutuhan listrik nasional sekaligus mendukung target netral karbon.
Perusahaan listrik tenaga nuklir milik negara, Korea Hydro & Nuclear Power Co., Ltd., berencana segera membuka proses penerimaan penawaran untuk penentuan lokasi reaktor baru. Setelah itu, evaluasi dan pemilihan lokasi diperkirakan berlangsung selama lima hingga enam bulan.
Perusahaan tersebut menargetkan perolehan izin konstruksi pada awal 2030-an. Pembangunan reaktor diharapkan selesai sesuai jadwal, sehingga dapat mulai beroperasi pada 2037 dan 2038.
Sementara itu, Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan juga tengah menyiapkan rencana dasar ke-12 untuk periode 2026–2040. Rencana tersebut akan memproyeksikan lonjakan permintaan listrik yang dipicu oleh ekspansi kecerdasan buatan dan kendaraan listrik.
Pemerintah menyatakan rencana baru itu akan menjadi peta jalan berbasis kajian ilmiah dan objektif guna mewujudkan bauran energi netral karbon, sekaligus memperkuat infrastruktur jaringan listrik yang lebih terdesentralisasi di Korea Selatan.