Kerusuhan Malam Tahun Baru, Lebih dari 1.800 Mobil Dibakar di Prancis


 Kerusuhan Malam Tahun Baru, Lebih dari 1.800 Mobil Dibakar di Prancis Ilustrasi - Petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api yang membakar sebuah pabrik. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/bar/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Perayaan malam Tahun Baru di Prancis kembali diwarnai kerusuhan. Sepanjang malam pergantian tahun, tercatat lebih dari 1.800 mobil dibakar di berbagai wilayah, menjadikannya salah satu insiden terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Data media setempat menyebutkan, total 1.813 kendaraan hangus terbakar pada malam 31 Desember hingga dini hari 1 Januari. Wilayah Bas-Rhin, yang dikenal sebagai lokasi kota wisata Strasbourg, mencatat angka tertinggi dengan 117 mobil terbakar.

Wilayah Rhône, dengan ibu kota Lyon, berada di posisi berikutnya dengan 82 mobil rusak akibat pembakaran. Sementara itu, kawasan Gironde di barat Prancis serta Val-d’Oise di pinggiran Paris masing-masing melaporkan 36 kendaraan terbakar. Di wilayah Nord, jumlah mobil yang dibakar mencapai 32 unit.

Untuk mengantisipasi eskalasi kerusuhan, pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 90.000 personel polisi di seluruh negeri. Meski demikian, sejumlah petugas tetap menjadi sasaran serangan, termasuk di kota Nîmes dan Nanterre.

Kantor kejaksaan Paris mengungkapkan, sebanyak 125 orang ditangkap di ibu kota Prancis selama periode 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Dari jumlah tersebut, 33 orang ditahan atas dugaan kekerasan yang disengaja, 15 orang karena keterlibatan dalam kelompok yang bertujuan melakukan perusakan, serta 10 orang terkait kepemilikan zat psikotropika dikutip Antara.

Kerusuhan malam Tahun Baru tidak hanya terjadi di Prancis. Di Belanda, kepolisian juga melaporkan serangkaian aksi kekerasan, vandalisme, serta penyerangan terhadap petugas layanan darurat. Insiden serius terjadi di distrik Kanaleneiland dan Overvecht, ketika sekelompok pemuda menyerang polisi dan melemparkan kembang api ke arah mereka. Aparat bahkan terpaksa menggunakan meriam air untuk melindungi petugas, sementara satu anggota polisi dilaporkan mengalami luka.

Situasi serupa terjadi di Berlin, Jerman, di mana sekitar 400 orang diamankan dan lebih dari 20 petugas terluka akibat ledakan petasan. Di Hamburg, sedikitnya 10 polisi mengalami luka-luka. Sementara di Leipzig, petugas penegak hukum dilaporkan menjadi sasaran lemparan botol kaca dari orang tak dikenal.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru