Loading
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (ANTARA/Anadolu)
MOSKOW, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan memerintahkan serangan terhadap sejumlah target strategis di Venezuela, termasuk fasilitas militer. Informasi tersebut disampaikan jurnalis CBS News, Jennifer Jacobs, pada Sabtu (3/1/2026), dengan mengutip sumber pejabat Amerika Serikat.
Dalam unggahan di media sosial X, Jacobs menyebutkan bahwa perintah tersebut datang langsung dari Presiden Trump.
“Presiden Trump memerintahkan serangan terhadap lokasi di dalam wilayah Venezuela, termasuk fasilitas militer,” tulis Jennifer Jacobs, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Menurut Jacobs, sejumlah pejabat di pemerintahan Trump juga telah mengetahui adanya laporan ledakan yang terjadi di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu pagi waktu setempat. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan Gedung Putih terkait insiden tersebut.
“Pejabat pemerintahan Trump mengetahui laporan tentang ledakan dan aktivitas pesawat di atas Caracas pagi ini, berdasarkan keterangan sejumlah sumber kepada CBS News. Meski demikian, belum ada komentar resmi,” ungkap Jacobs.
Sementara itu, situasi di lapangan dilaporkan mencekam. Seorang koresponden RIA Novosti menyebutkan bahwa suara ledakan terdengar di Caracas pada Sabtu dini hari. Laporan tersebut diperkuat dengan kesaksian warga yang mendengar dentuman di berbagai wilayah kota.
Beberapa warga setempat menyebut ledakan terjadi di sekitar Bandara Internasional Maiquetia “Simon Bolivar” serta kawasan Pelabuhan La Guaira, yang menjadi salah satu pintu masuk utama Venezuela.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Venezuela maupun otoritas Amerika Serikat belum memberikan konfirmasi resmi terkait skala serangan maupun dampak yang ditimbulkan. Perkembangan situasi masih terus dipantau seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.