Senin, 05 Januari 2026

Penangkapan Maduro Dibenarkan Senator AS, Klaim Akan Diadili di Amerika Serikat


 Penangkapan Maduro Dibenarkan Senator AS, Klaim Akan Diadili di Amerika Serikat Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ANTARA/Anadolu/py/pri.

WASHINGTON, ARAHKITA.COM — Isu penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro kembali mengemuka setelah seorang senator Amerika Serikat menyatakan bahwa Maduro telah diamankan oleh otoritas AS dan akan menghadapi proses hukum pidana di Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mike Lee melalui platform X pada Sabtu (3/1/2026). Lee mengaku memperoleh informasi langsung dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Menurut Lee, Rubio menyampaikan bahwa penangkapan Maduro dilakukan oleh personel Amerika Serikat dan disertai langkah militer terbatas untuk melindungi aparat yang menjalankan perintah tersebut. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai operasi defensif yang bertujuan mencegah ancaman terhadap pasukan AS di lapangan.

Lee juga menilai langkah tersebut berada dalam kewenangan konstitusional Presiden Donald Trump, merujuk pada Pasal II Konstitusi AS yang memberikan hak kepada presiden untuk melindungi warga dan personel negaranya dari ancaman nyata maupun mendesak.

Lebih lanjut, Lee mengatakan bahwa setelah Maduro berada dalam tahanan Amerika Serikat, tidak diperkirakan akan ada operasi lanjutan di wilayah Venezuela dalam waktu dekat.

Pernyataan senator tersebut muncul tidak lama setelah Trump menyebut pasukan AS berhasil melancarkan serangan besar terhadap Venezuela. Dalam pernyataannya, Trump juga mengklaim bahwa Maduro bersama istrinya telah ditangkap dan dipindahkan keluar dari negara tersebut dikutip Antara.

Gedung Putih dijadwalkan memberikan penjelasan lebih rinci melalui konferensi pers yang akan digelar di kediaman Trump di Mar-a-Lago, Florida, pada pukul 11.00 waktu setempat atau sekitar pukul 23.00 WIB.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Venezuela terkait klaim penangkapan tersebut. Situasi ini pun terus menjadi sorotan internasional karena berpotensi memicu dinamika geopolitik baru di kawasan Amerika Latin.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru