China Pamer Senjata Gelombang Mikro Baru yang Mampu Lumpuhkan Drone dari Jarak 3 Km


 China Pamer Senjata Gelombang Mikro Baru yang Mampu Lumpuhkan Drone dari Jarak 3 Km China Pamer Senjata Gelombang Mikro Baru yang Mampu Lumpuhkan Drone dari Jarak 3 Km. (Freepik)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - China mengklaim telah mengembangkan senjata gelombang mikro berdaya tinggi terbaru yang mampu melumpuhkan kawanan drone dari jarak lebih dari 3 kilometer. Sistem yang diberi nama Hurricane 3000 tersebut dikatakan memiliki kemampuan yang melampaui teknologi serupa milik Amerika Serikat.

Pengumuman ini muncul di tengah sorotan terhadap industri pertahanan China, menyusul laporan bahwa sistem radar buatan Beijing yang dipasang di Venezuela gagal memberikan peringatan dini atas serangan Amerika Serikat di Caracas pada awal Januari. Insiden tersebut berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS dan memicu kecaman keras dari pemerintah China.

Beijing menyebut operasi militer tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional yang serius dan membawa isu tersebut ke forum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di saat yang sama, pengembang senjata China berupaya menunjukkan kapabilitas teknologi militernya melalui publikasi sistem pertahanan terbaru.

Hurricane 3000 dikembangkan oleh China North Industries Group Corporation atau Norinco. Menurut pakar Norinco, Yu Jianjun, senjata ini merupakan pengembangan lanjutan dari Hurricane 2000 dan dirancang untuk menghadapi ancaman drone kecil maupun kawanan drone dalam skala besar. Sistem ini dipasang pada kendaraan taktis dan dapat dioperasikan secara mobile di berbagai medan.

Yu menjelaskan bahwa Hurricane 3000 memiliki jangkauan intersepsi lebih dari 3 kilometer, melampaui sistem anti-drone gelombang mikro milik AS yang dikenal sebagai Leonidas, yang dilaporkan memiliki jangkauan sekitar 2 kilometer. Senjata ini menggunakan radar untuk mendeteksi target, kemudian mengalihkan pelacakan ke sensor optoelektronik sebelum memancarkan energi gelombang mikro terfokus untuk melumpuhkan sistem elektronik drone.

Senjata gelombang mikro berdaya tinggi dinilai lebih hemat biaya dibandingkan rudal atau artileri konvensional karena memiliki kapasitas tembak hampir tak terbatas dan mampu mencakup area yang luas. Teknologi ini dianggap efektif untuk menghadapi serangan drone secara massal tanpa menyebabkan kerusakan fisik besar di darat.

Hurricane 3000 pertama kali dipamerkan kepada publik dalam parade militer China pada September lalu dan kembali ditampilkan dalam Zhuhai Airshow 2024. Sistem ini dirancang tidak hanya sebagai pertahanan titik jarak dekat, tetapi juga untuk penolakan area yang lebih luas, baik beroperasi sendiri maupun terintegrasi dengan laser, rudal, dan artileri dalam sistem pertahanan udara berlapis.

Meski diklaim memiliki kemampuan canggih, Yu menegaskan bahwa senjata gelombang mikro tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem persenjataan tradisional. Menurutnya, setiap sistem memiliki peran masing-masing dan harus saling melengkapi dalam operasi pertahanan udara modern.

Ke depan, China berencana memperluas penggunaan senjata gelombang mikro untuk misi lain, termasuk gangguan elektronik, perlindungan jaringan informasi, dan penanggulangan senjata berpemandu presisi. Namun, di tengah ambisi tersebut, keandalan teknologi militer China tetap menjadi sorotan, terutama setelah kegagalan radar JY-27 buatan China di Venezuela yang memicu pertanyaan global.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru