Rabu, 09 September 2026

Tokyo Tekan Washington: Jangan Bebani Jepang dengan Tarif Sepihak


 Tokyo Tekan Washington: Jangan Bebani Jepang dengan Tarif Sepihak Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa. (thejapantimes)

JAKARTA, ARAHKITA.COM — Pemerintah Jepang kembali menekan Amerika Serikat agar kebijakan tarif baru yang tengah disiapkan Washington tidak merugikan kepentingan Tokyo. Jepang menegaskan, perlakuan dagang yang diterapkan harus tetap adil dan konsisten dengan kesepakatan bilateral yang telah disepakati sebelumnya.

Desakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, dalam percakapan telepon dengan Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, pada Senin (23/2/2026). Media Jepang melaporkan bahwa Akazawa meminta jaminan agar Jepang tidak diperlakukan kurang menguntungkan dibandingkan perjanjian dagang tahun lalu.

Permintaan tersebut berangkat dari kesepakatan bilateral yang dicapai pada Juli 2025. Dalam perjanjian itu, Washington sepakat memberlakukan tarif resiprokal sebesar 15 persen atas barang-barang Jepang—termasuk mobil—sebagai imbalan atas komitmen Tokyo untuk menanamkan investasi senilai 550 miliar dolar AS di Amerika Serikat.

Kedua negara sebelumnya juga menegaskan komitmen untuk melaksanakan kesepakatan tersebut secara cepat dan dengan itikad baik. Namun, situasi berubah setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global baru.

Trump menyatakan akan menerapkan tarif menyeluruh sebesar 10 persen melalui kerangka hukum terpisah, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif luas sebelumnya. Tak berhenti di situ, ia bahkan menyebut tarif global tersebut berpotensi dinaikkan hingga 15 persen.

Menurut laporan The Independent, langkah Washington ini menimbulkan kekhawatiran di sejumlah negara mitra dagang, termasuk Jepang. Tokyo menilai kebijakan tarif sepihak berisiko menambah beban ekspor dan menciptakan ketidakpastian bagi pelaku industri yang selama ini mengandalkan stabilitas hubungan dagang Jepang–AS.

Akazawa pun mengingatkan bahwa Jepang bisa menghadapi tekanan tambahan jika tarif yang lebih tinggi diberlakukan tanpa pengecualian. Meski demikian, untuk sementara, ekspor produk pertanian Jepang—seperti teh hijau dan daging sapi—diperkirakan masih akan dikenakan tarif pada tingkat yang sama seperti sebelumnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru