Loading
Ilustrasi - Bendera Negara Australia. (Net)
CANBERRA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Australia mengambil langkah cepat menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Canberra memerintahkan evakuasi anggota keluarga diplomat Australia yang bertugas di Uni Emirat Arab (UEA).
Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, melalui pernyataan yang diunggah di platform media sosial X pada Minggu (8/3) malam waktu setempat.
Dalam pernyataannya, Wong menyampaikan bahwa pemerintah telah menginstruksikan para tanggungan pejabat diplomatik Australia untuk meninggalkan UEA karena situasi keamanan di kawasan tersebut dinilai semakin memburuk.
Langkah evakuasi ini dilakukan setelah meningkatnya ancaman serangan di wilayah Timur Tengah.
Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab pada Minggu (8/3/2026) melaporkan bahwa berbagai infrastruktur dan lokasi sipil di negara itu telah menjadi target serangan. Disebutkan, lebih dari 1.400 rudal balistik dan drone diluncurkan oleh Iran dan menghantam sejumlah wilayah, menimbulkan korban jiwa serta luka-luka di kalangan warga sipil.
Di tengah situasi yang memanas tersebut, pemerintah Australia juga terus berupaya membantu warganya yang berada di kawasan itu agar dapat meninggalkan wilayah berisiko dengan aman dikutip dari Antara.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Canberra telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga negaranya di Uni Emirat Arab untuk mempertimbangkan segera meninggalkan negara tersebut.
Data pemerintah Australia pada awal Maret menunjukkan sekitar 24.000 warga negara Australia berada di UEA, sementara sekitar 115.000 warga Australia lainnya tersebar di berbagai negara di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Australia kini terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah-langkah perlindungan bagi warganya di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.