Ratusan ribu warga Gaza kelaparan. (Al Jazeera)
JENEWA, ARAHKITA.COM – Konflik yang terus memanas di Timur Tengah bukan hanya soal geopolitik. Dampaknya kini mulai terasa hingga ke meja makan masyarakat dunia.
Program Pangan Dunia (WFP) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan, jika konflik ini berlanjut hingga pertengahan tahun, dunia bisa menghadapi lonjakan kelaparan global yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Wakil Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, menyebutkan bahwa situasi ini berpotensi mendorong tambahan sekitar 45 juta orang ke dalam kondisi kelaparan akut. Penyebab utamanya adalah lonjakan harga pangan yang dipicu oleh gangguan rantai pasokan global.
Baca juga:
ASEAN Desak AS dan Iran Tahan Eskalasi, Khawatir Upaya Perdamaian Timur Tengah Gagal Total“Jika konflik terus berlanjut hingga Juni, dampaknya akan sangat luas dan serius,” ujarnya dalam konferensi pers di Jenewa.
Efek Domino yang Tak Terhindarkan
Konflik di Timur Tengah kini memasuki pekan ketiga, dan dampaknya sudah terasa secara global. Operasi kemanusiaan menghadapi hambatan serius, mulai dari distribusi yang melambat hingga biaya logistik yang melonjak.
WFP, yang setiap hari mengoperasikan ribuan truk bantuan, kini harus menghadapi kenaikan biaya pengiriman hingga 18 persen akibat harga minyak yang melambung tinggi dikutip Antara.
Kondisi ini disebut sebagai gangguan rantai pasokan terburuk sejak pandemi COVID-19 dan krisis Ukraina.
Bantuan Menyusut, Krisis Memburuk
Di lapangan, dampaknya sudah mulai terlihat. WFP terpaksa mengurangi jatah makanan di sejumlah wilayah rawan, termasuk Sudan.
Sementara itu, di Afghanistan—yang disebut sebagai pusat krisis malnutrisi terburuk di dunia—lembaga ini kini hanya mampu membantu satu dari empat anak yang mengalami kekurangan gizi akut.
Situasi ini menunjukkan bahwa krisis pangan global bukan lagi ancaman masa depan, melainkan sudah terjadi saat ini.
Ancaman dari Jalur Energi dan Pupuk
Tak hanya pangan, konflik juga berdampak pada sektor energi dan pertanian. Selat Hormuz—jalur vital bagi distribusi global—mengalami gangguan serius.
Padahal, jalur ini menjadi penghubung penting bagi sekitar seperempat pasokan pupuk dunia. Jika distribusi pupuk terganggu, dampaknya akan terasa pada produksi pangan global dalam jangka panjang.
Negara Impor Paling Rentan
Kenaikan harga pangan dan bahan bakar diperkirakan akan membuat jutaan keluarga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
Negara-negara yang sangat bergantung pada impor pangan disebut sebagai pihak yang paling rentan terdampak.Jika situasi ini terus berlanjut, dunia berisiko menghadapi krisis pangan global yang lebih luas dan berkepanjangan.