Loading
Ilustrasi - Bendera Iran dan Amerika Serikat. (ANTARA/Anadolu/py.)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sejumlah negara Eropa menyambut positif kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan yang berlaku selama dua minggu ini dinilai sebagai langkah awal penting untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Dukungan datang dari berbagai pemimpin Eropa yang melihat momentum ini sebagai peluang untuk membuka kembali jalur diplomasi, sekaligus menjaga stabilitas global.
Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, menegaskan bahwa gencatan senjata ini dapat berdampak besar, terutama terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz—salah satu rute energi paling vital di dunia.
Ia juga mengapresiasi peran Pakistan dalam memediasi kedua negara hingga tercapai kesepakatan tersebut.
“Kami menyambut baik langkah ini. Ini bisa menjadi titik awal untuk memastikan kembali kebebasan navigasi di Selat Hormuz,” ujarnya melalui media sosial.
Hal senada disampaikan Kanselir Jerman, Friedrich Merz. Ia berharap kesepakatan ini tidak hanya berhenti sebagai solusi sementara, tetapi berkembang menjadi perdamaian jangka panjang.
Menurutnya, dialog antara Amerika Serikat dan Iran bukan hanya melindungi warga sipil, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas kawasan dan mencegah krisis energi global.
Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada Pakistan atas perannya sebagai mediator.
Dukungan serupa datang dari Presiden Finlandia, Alexander Stubb, yang menegaskan komitmen negaranya dalam mendukung segala upaya menuju perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, menilai kesepakatan ini sebagai peluang penting bagi diplomasi.
“Ini memberi ruang bagi pendekatan damai di saat dunia berada di ambang eskalasi berbahaya,” ungkapnya dikutip Antara.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata bilateral selama dua minggu.
Tidak hanya itu, Iran juga disebut bersedia membuka kembali akses Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik krusial dalam dinamika geopolitik global.
Sebagai tindak lanjut, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan dengan Amerika Serikat akan digelar di Islamabad, Pakistan.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa jalur diplomasi kembali dihidupkan, sekaligus membuka harapan baru bagi perdamaian di kawasan yang selama ini diliputi ketegangan.