Trump Bahas Rencana Tol Selat Hormuz dengan Iran, Prioritas Tetap Buka Jalur Laut Bebas


 Trump Bahas Rencana Tol Selat Hormuz dengan Iran, Prioritas Tetap Buka Jalur Laut Bebas Arsip - Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. (ANTARA/Anadolu/py)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana tol bersama di Selat Hormuz akan dibahas lebih lanjut dengan Iran, kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, Rabu (8/4/2026).

Sebelumnya, ABC News melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan kerja sama usaha patungan dengan Iran untuk mengenakan tarif tol bagi kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.

“Itu adalah ide yang telah disampaikan presiden, seperti yang Anda ketahui, dan hal itu akan terus dibahas selama dua pekan ke depan,” ujar Leavitt dalam konferensi pers.

Meski demikian, Leavitt menekankan bahwa prioritas utama Trump tetap membuka Selat Hormuz tanpa hambatan, termasuk tanpa pungutan tol.

“Presiden fokus memastikan jalur perairan ini tetap bebas dan aman untuk semua kapal,” tambahnya.

Sebelumnya, pada Selasa (7/4/2026) malam, Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran, sekaligus memastikan Teheran setuju membuka Selat Hormuz.

Selain itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa perwakilan kedua negara akan memulai pembicaraan di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026).

Langkah ini dinilai penting bagi stabilitas jalur laut strategis yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia, sekaligus mencegah ketegangan geopolitik meningkat di kawasan Teluk.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru