Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 17 Orang, Korban Terus Bertambah


 Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 17 Orang, Korban Terus Bertambah serangan Israel di Lebanon, korban tewas Lebanon 2026, konflik Israel Lebanon, serangan udara Israel Lebanon, berita Timur Tengah terbaru, korban sipil Lebanon, konflik Timur Tengah 2026, Lebanon News Agency

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Konflik di Timur Tengah kembali memakan korban jiwa. Sedikitnya 17 orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon, Kamis (9/4/2026).

Berdasarkan laporan Lebanon News Agency (NNA), serangan paling mematikan terjadi di kota Zrariyeh, ketika sebuah bangunan tempat tinggal menjadi sasaran. Lebih dari 10 orang kehilangan nyawa dalam insiden ini, termasuk perempuan dan anak-anak—menambah panjang daftar korban sipil dalam konflik yang terus memanas.

Tak hanya itu, serangan udara juga terjadi di kota Abbassiyeh dalam insiden terpisah. Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas, sementara sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka. Hingga kini, jumlah korban masih berpotensi bertambah.

Gelombang serangan tidak berhenti di dua kota tersebut. Jet-jet tempur Israel dilaporkan menggempur beberapa wilayah lain seperti Kafra, Jmaijmeh, Safad al-Battikh, Majdal Selm, Deir Antar, hingga kawasan sekitar jembatan Qasmiyeh. Di saat yang sama, serangan artileri juga menghantam kota Haris, memperluas dampak kerusakan.

Situasi ini semakin memperburuk kondisi keamanan di Lebanon. Sehari sebelumnya, Rabu (8/4/2026), serangan besar-besaran dilaporkan menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.165 orang di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Beirut, menurut data Pertahanan Sipil Lebanon dikutip Antara.

Ironisnya, eskalasi kekerasan ini terjadi tak lama setelah diumumkannya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Harapan akan meredanya konflik justru berubah menjadi kekhawatiran baru bagi warga sipil di Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat, sejak 2 Maret 2026, jumlah korban tewas akibat serangan telah mencapai 1.739 orang, dengan 5.873 orang lainnya terluka. Angka ini mencerminkan betapa seriusnya dampak konflik yang masih terus berlangsung.

Di tengah situasi yang belum stabil, masyarakat sipil kembali menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari konflik berkepanjangan ini.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru