Presiden Amerika Serikat AS Donald Trump berbicara kepada pers di South Lawn G
MOSKOW, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penundaan sementara rencana serangan terhadap Iran dapat menjadi langkah menuju perdamaian yang lebih langgeng, di tengah berlangsungnya pembicaraan diplomatik antara kedua negara.
Dalam keterangannya kepada media pada Senin (18/5/2026), Trump mengatakan keputusan tersebut diambil setelah adanya permintaan dari sejumlah negara di Timur Tengah.
“Saya menundanya sementara, mudah-mudahan untuk selamanya, tetapi mungkin hanya sementara, karena kami melakukan pembicaraan penting dengan Iran,” ujar Trump.
Ia juga mengklaim bahwa kesepakatan dengan Iran kini berada di ambang tercapai, dengan dukungan dari negara-negara kawasan seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) yang disebut meminta penundaan aksi militer.
“Saya diminta oleh Arab Saudi, Qatar, UEA, dan beberapa negara lain untuk menundanya selama dua atau tiga hari karena mereka berpikir kesepakatan hampir tercapai,” katanya.
Trump menegaskan bahwa proses ini berlangsung dalam konteks “negosiasi serius” yang diyakini dapat menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima oleh Amerika Serikat.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel disebut telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan. Situasi tersebut kemudian diikuti dengan periode gencatan senjata sementara.
Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan, meski upaya diplomatik terus dilanjutkan dengan harapan tercapainya proposal baru dari pihak Iran.