Loading
Arsip foto Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Wash
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Amerika Serikat Donald Trump Rabu (27/5/20276) memperingatkan Oman untuk tidak ikut campur dalam perundingan yang sedang berlangsung dengan Iran terkait jalur strategis Selat Hormuz.
Dalam pernyataan di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap mengawasi jalur perairan tersebut dan memastikan tidak ada pihak yang mengendalikan secara sepihak.
“Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua pihak. Itu perairan internasional. Tidak ada yang akan mengendalikannya. Kami akan mengawasinya,” ujar Trump kepada wartawan dalam pertemuan kabinet.
Trump menekankan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional yang tidak boleh dikuasai oleh negara mana pun. Ia juga menyebut isu tersebut menjadi bagian dari proses negosiasi yang sedang berjalan.
“Hal tersebut merupakan bagian dari negosiasi yang kami lakukan,” katanya.
Dalam pernyataan yang lebih keras, Trump juga memperingatkan Oman agar tidak mengambil langkah yang dianggap mengganggu kepentingan Amerika Serikat di kawasan tersebut.
“Oman akan bersikap seperti negara-negara lain, atau kami terpaksa akan menghancurkan mereka,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut muncul setelah media pemerintah Iran melaporkan adanya draf tidak resmi kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat. Draf itu disebut mencakup rencana pemulihan jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz ke kondisi normal dalam waktu satu bulan.
Skema tersebut juga disebut melibatkan pengelolaan bersama antara Iran dan Oman atas lalu lintas kapal di kawasan strategis tersebut, serta kemungkinan pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran.
Namun, pihak Amerika Serikat membantah laporan tersebut dan menyebutnya sebagai “rekayasa belaka”.
Situasi ini kembali menegaskan tingginya ketegangan diplomatik terkait keamanan jalur energi global di kawasan Timur Tengah.