Loading
ertemuan Rahasia di Washington, Denmark dan Greenland Tegaskan Tidak Akan Gabung dengan AS. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Greenland kembali menjadi pusat perhatian dalam dinamika geopolitik internasional. Perwakilan Denmark, Greenland, dan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menggelar pertemuan tertutup di Washington pada Kamis (28/5/2026) untuk membahas arah hubungan ketiga pihak di masa mendatang.
Laporan stasiun televisi Denmark DR yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan bahwa pertemuan tersebut berlangsung secara rahasia dan berfokus pada berbagai isu strategis, termasuk posisi Greenland dalam hubungan dengan Amerika Serikat.
Meski demikian, perwakilan Denmark dan Greenland disebut menyampaikan pesan yang sangat tegas kepada pihak AS. Mereka menegaskan bahwa tidak ada pembahasan mengenai pelepasan kedaulatan Greenland, dan wilayah otonom tersebut tidak akan menjadi bagian dari Amerika Serikat dalam kesepakatan apa pun yang mungkin dicapai di masa depan.
Pertemuan itu dihadiri diplomat senior Denmark Jeppe Tranholm-Mikkelsen, perwakilan Greenland Mininnguaq Kleist, serta Michael Needham yang baru ditunjuk sebagai Deputi Asisten Presiden AS untuk Urusan Keamanan Nasional.
Selain membahas hubungan bilateral dan regional, para peserta pertemuan juga menyinggung potensi keterlibatan negara lain di Greenland. Menurut sumber yang dikutip DR, perhatian khusus diberikan terhadap kehadiran dan kepentingan China di kawasan tersebut. Menariknya, Rusia disebut tidak menjadi bagian dari pembahasan.
Sumber yang sama juga menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump masih menaruh perhatian besar terhadap Greenland. Bahkan, sikap dan kepentingan Trump terhadap wilayah itu dikatakan tetap terasa kuat dalam proses negosiasi yang berlangsung.
Greenland memang telah lama menjadi objek perhatian strategis Washington karena letaknya yang penting di kawasan Arktik serta potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Trump berulang kali menyatakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat, sebuah gagasan yang terus menuai penolakan dari Denmark maupun pemerintah Greenland dikutip Antara.
Di tengah proses diplomasi tersebut, kunjungan Utusan Khusus AS untuk Greenland, Jeff Landry, pada 17 Mei lalu disebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan negosiasi.
Saat berada di Greenland, Landry bertemu dengan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dan sejumlah warga setempat. Ia menyatakan bahwa dirinya diutus oleh Presiden Trump untuk membangun hubungan persahabatan sekaligus mengeksplorasi peluang kerja sama ekonomi yang dapat melibatkan Amerika Serikat.
Landry juga mengadakan sejumlah pertemuan dengan berbagai pihak selama kunjungannya. Namun, menurut laporan DR, gambaran yang kemudian ia sampaikan kepada media AS mengenai kondisi dan aspirasi masyarakat Greenland dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan realitas yang ada di lapangan.
Sementara itu, pemerintah Denmark dan Greenland tetap mempertahankan sikap yang konsisten. Keduanya mengingatkan Washington agar menghormati integritas wilayah Greenland dan tidak mengambil langkah yang dapat dianggap sebagai upaya mengambil alih pulau tersebut.
Pertemuan tertutup di Washington ini menunjukkan bahwa Greenland masih menjadi salah satu wilayah yang memiliki nilai strategis tinggi dalam percaturan geopolitik global. Meski berbagai bentuk kerja sama terus dibahas, Denmark dan Greenland kembali menegaskan bahwa kedaulatan wilayah mereka bukanlah sesuatu yang dapat dinegosiasikan.