Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum. /ANTARA/Anadolu/py.
KOTA MEKSIKO, ARAHKITA.COM – Pemerintah Meksiko memastikan tidak akan membalas kebijakan tarif baru yang diberlakukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Alih-alih melakukan aksi balasan, Negeri Sombrero memilih mengandalkan perlindungan dari perjanjian perdagangan regional serta menjaga hubungan dagang tetap stabil.
Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin memperkeruh ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat. Menurutnya, kebijakan saling menaikkan tarif hanya akan memperbesar kerugian kedua belah pihak.
"Jika kami mengenakan tarif balasan, Amerika Serikat kemungkinan akan menaikkan tarif lebih tinggi lagi. Sangat kecil kemungkinan negara mana pun dapat memenangkan perang dagang melawan ekonomi terbesar di dunia," ujar Ebrard kepada Formula Noticias, Jumat (24/7/2026).
Baca juga:
Presiden Meksiko Bantah Klaim Trump soal Kartel Kuasai Negara: Dia Tidak Punya Informasi yang CukupTrump Berlakukan Gelombang Tarif Baru
Pemerintahan Donald Trump mulai menerapkan kebijakan tarif baru terhadap sekitar 60 perekonomian dunia berdasarkan ketentuan Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan Amerika Serikat Tahun 1974.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk membatasi masuknya barang-barang yang diproduksi menggunakan praktik kerja paksa. Dengan aturan baru ini, mekanisme sebelumnya berdasarkan Pasal 122 tidak lagi digunakan, sehingga negara-negara mitra dagang AS kini dikenai tarif sesuai ketentuan Pasal 301.
Dalam skema tersebut, ekspor Meksiko ke Amerika Serikat dikenai tarif sebesar 10 persen. Namun dampaknya diperkirakan tidak terlalu besar karena sebagian besar produk Meksiko masih dilindungi oleh Perjanjian Perdagangan Amerika Serikat–Meksiko–Kanada (USMCA).
Sebagian Besar Ekspor Tetap Aman
Sebagai mitra dagang terbesar sekaligus negara tetangga Amerika Serikat, Meksiko memperoleh keuntungan dari USMCA. Perjanjian ini melindungi sekitar 85 persen ekspor Meksiko sehingga tidak terdampak langsung oleh kebijakan tarif terbaru Washington.
Tarif 10 persen hanya dikenakan terhadap produk yang berada di luar cakupan USMCA. Bahkan, komoditas tersebut sebelumnya juga telah dikenai tarif berdasarkan aturan lama, sehingga kebijakan baru tidak menambah beban tarif bagi sebagian besar ekspor Meksiko.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum menegaskan bahwa keputusan menaikkan tarif merupakan kebijakan sepihak pemerintah Amerika Serikat yang berlaku bagi banyak negara, bukan hanya Meksiko.
"Kami berupaya mempertahankan posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan negara-negara lain. Saat ini sekitar 80 persen ekspor kami tetap tidak dikenai tarif," kata Sheinbaum dalam konferensi pers, Jumat (24/7/2026) dilansir Antara.
Pilih Stabilitas daripada Retaliasi
Sikap Meksiko menunjukkan strategi yang lebih mengedepankan stabilitas ekonomi dan kepastian perdagangan dibandingkan membalas kebijakan Amerika Serikat dengan langkah serupa. Pemerintah meyakini bahwa menjaga akses pasar melalui USMCA akan lebih menguntungkan bagi dunia usaha dan perekonomian nasional dibandingkan memicu perang dagang yang lebih luas.