Gedung Pentagon dilihat dari pesawat terbang di atas Washington, D.C., Amerika Serikat, Rabu (19/2/2020). ANTARA/Xinhua/Liu Jie/aa.
WASHINGTON, ARAHKITA.COM – Biaya yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS) untuk perang melawan Iran terus meningkat. Estimasi terbaru Pentagon menunjukkan pengeluaran militer AS dalam konflik tersebut kini telah mencapai 37,5 miliar dolar AS.
Angka itu diungkapkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth saat memberikan kesaksian dalam sidang dengar pendapat anggaran di Senat AS, Selasa (21/7/2026). Menurutnya, pemerintah membutuhkan tambahan anggaran agar operasi militer dapat terus berjalan.
"Tanpa pendanaan tersebut, kita menghadapi kondisi kekurangan yang genting," kata Hegseth.
Permintaan dana tambahan itu disampaikan di tengah upaya pemerintahan Presiden Donald Trump memperoleh persetujuan Kongres atas usulan anggaran pertahanan senilai 1,5 triliun dolar AS.
Sebelumnya, pada Juni lalu, Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih, Russell Vought, mengatakan kepada anggota parlemen bahwa perang melawan Iran telah menghabiskan sekitar 30 miliar dolar AS yang berasal dari dana pembayar pajak. Namun, berdasarkan estimasi terbaru Pentagon, jumlah tersebut kini melonjak menjadi 37,5 miliar dolar AS.
Baca juga:
Pentagon Batalkan Pengerahan Ribuan Tentara AS ke Polandia, Kongres Mengaku Tak Diberi TahuDalam sidang yang sama, Hegseth juga mendapat pertanyaan dari para senator mengenai laporan yang menyebut Pentagon sempat menunda pengungkapan jumlah personel militer AS yang terluka akibat pertempuran dengan Iran.
Berdasarkan data Pentagon, hampir 100 tentara Amerika Serikat mengalami luka-luka sejak 7 Juli. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius para anggota parlemen yang tengah membahas besarnya anggaran pertahanan sekaligus dampak konflik terhadap personel militer AS.
Meningkatnya biaya perang dan bertambahnya korban di pihak militer diperkirakan akan menjadi salah satu isu utama dalam pembahasan anggaran pertahanan di Kongres dalam waktu dekat.