25 Tewas dalam Bentrokan Berdarah di Penjara Sri Lanka, Kerusuhan Masuk Hari Kedua. (Ilustrasi AI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kerusuhan berdarah di sebuah penjara di Sri Lanka terus memanas hingga memasuki hari kedua. Sedikitnya 25 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 100 lainnya mengalami luka-luka akibat bentrokan antara para tahanan dan petugas penjara. Situasi yang semakin tidak terkendali membuat pemerintah mengerahkan militer untuk membantu mengamankan lokasi. Otoritas kini menyelidiki penyebab pasti kerusuhan yang memicu jatuhnya banyak korban jiwa tersebut.
Berdasarkan laporan media lokal Ada Derana, korban meninggal terdiri atas 20 tahanan dan lima personel penjara. Selain itu, lebih dari 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan di sekitar lokasi.
Kerusuhan terjadi di Penjara Negombo, yang berada di kawasan pesisir barat Sri Lanka. Menurut laporan News Wire, aparat kepolisian sempat melepaskan tembakan untuk mengendalikan bentrokan yang kembali pecah antara tahanan dan petugas penjara.
Baca juga:
ASEAN Desak AS dan Iran Tahan Eskalasi, Khawatir Upaya Perdamaian Timur Tengah Gagal TotalBentrokan terbaru disebut dipicu oleh konfrontasi antara para tahanan dengan otoritas penjara. Kondisi di dalam lapas yang terus memanas memaksa pemerintah memperketat pengamanan dengan mengerahkan personel militer ke lokasi dikutip Antara.
Sebelumnya, pada Minggu (5/7/2026), bentrokan juga telah terjadi antara tahanan pra-persidangan dan narapidana. Insiden tersebut mengakibatkan dua tahanan tewas dan 38 lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kerusuhan yang terjadi di penjara yang dihuni sekitar 2.417 tahanan tersebut. Pengamanan juga terus diperketat guna mencegah bentrokan susulan serta memastikan situasi kembali kondusif.