Ilustrasi - Sejumlah petugas BPBD Sumedang saat berusaha memadamkan api peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan di wilayah Tomo, Sumedang, Jawa Barat, pada Minggu (28/6/2026). (ANTARA/HO-BPBD Sumedang)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kebakaran hutan besar yang melanda wilayah selatan Prancis terus meluas dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Sedikitnya 12.000 orang dievakuasi setelah api menyebar dengan cepat di Departemen Pyrenees Orientales pada Selasa (7/7/2026). Hingga kini, kobaran api masih belum berhasil dikendalikan karena cuaca panas dan angin yang mempercepat penyebarannya.
Otoritas setempat menyebut evakuasi dilakukan di kawasan komune Trevillach demi menjaga keselamatan warga. Untuk menghadapi kebakaran tersebut, sekitar 800 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Menurut laporan stasiun televisi BFMTV, kebakaran telah menghanguskan sekitar 4.900 hektare lahan. Prefek setempat menyatakan kondisi di lapangan masih sangat sulit sehingga proses pemadaman belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pyrenees Orientales, Kolonel Eric Belgioino, mengatakan pihaknya masih berupaya keras mengendalikan api.
"Kami berharap dapat mengendalikan kebakaran secepat mungkin, tetapi saya rasa kami tidak akan bisa melakukannya hari ini mengingat kondisi cuaca masih sama seperti kemarin," ujarnya dikutip Antara.
Situasi diperparah oleh gelombang panas yang sedang melanda Prancis. Otoritas menetapkan status risiko kebakaran pada level "sangat tinggi" di tiga departemen dan "tinggi" di 61 departemen lainnya.
Selain itu, peringatan gelombang panas berstatus oranye juga diberlakukan di 61 departemen. Suhu udara diperkirakan mencapai 35 hingga 38 derajat Celsius, bahkan di wilayah barat daya Prancis dapat menembus 41 derajat Celsius.
Baca juga:
Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Picu Ribuan Kematian, Data Awal Tunjukkan 2.025 KorbanBadan meteorologi nasional Prancis memperkirakan kondisi cuaca panas ekstrem masih akan berlangsung hingga akhir pekan. Situasi tersebut dikhawatirkan semakin meningkatkan potensi munculnya titik-titik kebakaran baru.
Perdana Menteri Sebastien Lecornu sebelumnya mengungkapkan bahwa sejak awal musim ini hampir 14.500 hektare lahan telah terbakar di seluruh Prancis. Jumlah tersebut hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Lonjakan luas area yang terbakar menunjukkan bahwa musim kebakaran hutan tahun ini menjadi salah satu yang paling berat bagi Prancis, terutama ketika gelombang panas berkepanjangan memperbesar risiko kebakaran di berbagai wilayah.