Belanda Siaga Gelombang Panas, Suhu Diprediksi Tembus 32 Derajat Celsius


 Belanda Siaga Gelombang Panas, Suhu Diprediksi Tembus 32 Derajat Celsius Warga menghabiskan waktu di luar ruangan dan di tepi saluran air saat suhu musim panas yang tinggi melanda kota Amsterdam, Belanda, pada 25 Juni 2026. ANTARA/Mouneb Taim - Anadolu Agency / pri.

BRUSSEL, ARAHKITA.COM – Belanda kembali bersiap menghadapi gelombang panas yang diperkirakan melanda dalam beberapa hari ke depan. Pemerintah mengaktifkan kembali Rencana Panas Nasional setelah suhu di sejumlah wilayah diprediksi menembus 30 hingga 32 derajat Celsius.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem, terutama kelompok yang paling rentan terhadap risiko kesehatan. Aktivasi ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan Belanda sepanjang musim panas tahun ini.

Menurut laporan lembaga penyiaran publik NOS pada Jumat (10/7/2026), kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada Sabtu (11/7/2026) untuk sejumlah provinsi, yakni Zeeland, South Holland, North Brabant, Limburg, Utrecht, Gelderland, dan Overijssel.

Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI) memperkirakan suhu udara pada akhir pekan berada di kisaran 29 derajat Celsius sebelum meningkat hingga sekitar 32 derajat Celsius pada awal pekan depan.

Selain suhu yang tinggi, KNMI juga mengingatkan bahwa indeks sinar ultraviolet (UV) diperkirakan berada pada level sangat tinggi. Kondisi ini meningkatkan risiko kulit terbakar serta gangguan kesehatan bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan yang memadai.

Fokus Lindungi Kelompok Rentan

Rencana Panas Nasional diterapkan ketika cuaca panas berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Tujuannya adalah meningkatkan kewaspadaan penyedia layanan kesehatan, tenaga pendamping, hingga masyarakat terhadap risiko yang ditimbulkan oleh suhu ekstrem.

Kelompok yang menjadi perhatian utama meliputi lansia, anak-anak, serta orang yang memiliki penyakit kronis. Mereka dinilai lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan panas berkepanjangan.

Pejabat kesehatan Belanda menjelaskan bahwa lansia memiliki kemampuan mengatur suhu tubuh yang cenderung menurun. Selain itu, rasa haus yang juga berkurang membuat mereka lebih mudah mengalami dehidrasi tanpa disadari dikutip Antara.

Warga Diminta Perbanyak Minum Air

Institut Nasional untuk Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Belanda mengimbau masyarakat untuk memperbanyak konsumsi air putih, menjaga suhu tubuh dan rumah tetap sejuk, serta mengurangi aktivitas berat saat cuaca sangat panas.

Warga juga diminta segera mengenali gejala gangguan akibat panas, seperti sakit kepala, pusing, tubuh terasa lemas, hingga rasa haus berlebihan. Penanganan dini dinilai penting agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Sebelumnya, Belanda juga mengaktifkan Rencana Panas Nasional pada 18 hingga 29 Juni saat negara itu mengalami gelombang panas ekstrem. Dengan aktivasi terbaru ini, pemerintah telah dua kali menerapkan langkah antisipasi serupa sepanjang musim panas 2026, sama seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru