Simbol NATO terpasang di Markas Besar Gabungan Ay Yildiz di Ankara, Turkiye, pada Kamis (2/7/2026). (ANTARA/Anadolu/Ahmet Serdar Eser)
MOSKOW, ARAHKITA.COM – Rusia kembali menegaskan bahwa mereka tidak memiliki niat untuk menyerang negara-negara anggota NATO. Di tengah hubungan yang masih diwarnai ketegangan, Moskow justru menyatakan tetap membuka peluang dialog dengan aliansi militer tersebut. Namun, Rusia menekankan bahwa pembicaraan hanya dapat dilakukan jika didasarkan pada prinsip kesetaraan dan keamanan bersama.
Pernyataan itu disampaikan Direktur Departemen Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri Rusia, Vladislav Maslennikov, dalam wawancara dengan RIA Novosti.
Menurut Maslennikov, NATO sejak awal dibangun dengan orientasi menghadapi ancaman dari luar. Karena itu, ia menilai aliansi tersebut terus mencari pihak yang dapat diposisikan sebagai musuh.
"Sebenarnya, NATO tidak bisa ada tanpa musuh eksternal, sehingga organisasi itu terus-menerus mencari musuh," kata Maslennikov.
Ia juga menilai NATO lebih mengutamakan pendekatan militer dalam memperjuangkan kepentingannya dan kurang menunjukkan kemauan untuk bekerja sama dalam memperkuat keamanan serta stabilitas internasional.
Baca juga:
Trump Kembali Klaim Greenland Milik AS, Finlandia Tegas Menolak: Itu Urusan Denmark dan GreenlandMeski demikian, Rusia menegaskan tetap membuka pintu komunikasi dengan negara-negara anggota NATO.
"Kami telah berulang kali menyatakan bahwa kami tidak berniat menyerang sekutu NATO dan kami terbuka untuk berdialog, selama dialog itu didasarkan pada kepentingan kami dan prinsip-prinsip dasar keamanan internasional; yang paling penting adalah kesatuan keamanan," ujar Maslennikov dikutip Antara.
Baca juga:
Jerman Tegaskan NATO Bukan Alat AS, Trump Kembali Soroti Ketimpangan Biaya Pertahanan AliansiPernyataan tersebut kembali menegaskan posisi Rusia yang mengaku tetap mengedepankan jalur diplomasi, meski hubungan dengan NATO masih berada dalam situasi yang penuh ketegangan akibat berbagai dinamika geopolitik dalam beberapa tahun terakhir.