Senin, 17 Agustus 2026

UE Khawatir Trump Ambil Alih Perundingan Damai Ukraina dan Pinggirkan Eropa


 UE Khawatir Trump Ambil Alih Perundingan Damai Ukraina dan Pinggirkan Eropa Arsip - Bendera Uni Eropa terlihat di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussel. (Antaranews)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sejumlah pejabat Uni Eropa (UE) dilaporkan mulai mengkhawatirkan kemungkinan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengambil peran dominan dalam perundingan damai Ukraina tanpa melibatkan negara-negara Eropa secara signifikan.

Kekhawatiran tersebut diungkap dalam laporan Politico yang dikutip RIA Novosti pada Selasa (16/6/2026). Menurut laporan itu, langkah Trump berpotensi mengganggu strategi yang selama ini dijalankan Eropa untuk mempertahankan tekanan maksimum terhadap Rusia di tengah konflik yang masih berlangsung.

Para pejabat Eropa menilai, setelah perhatian Washington tidak lagi tersita oleh krisis Iran, Trump kemungkinan akan kembali memusatkan fokusnya pada upaya penyelesaian perang Rusia-Ukraina. Dalam skenario tersebut, Presiden AS itu diperkirakan berusaha mengambil kendali lebih besar atas jalannya negosiasi damai.

Seorang pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada Politico mengatakan bahwa Trump ingin konflik Rusia-Ukraina segera berakhir. Bahkan, ia disebut tetap optimistis peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka.

Pandangan tersebut sejalan dengan sejumlah pernyataan Trump sebelumnya yang menegaskan keinginannya untuk mempercepat penyelesaian perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tersebut.

Sementara itu, dari Moskow, asisten kepresidenan Rusia Yury Ushakov mengungkapkan bahwa dalam percakapannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Trump menyatakan kesediaan untuk memengaruhi para mitra Eropa dan Ukraina guna mendorong penyelesaian konflik dikutip Antara.

Pernyataan itu semakin memunculkan spekulasi bahwa Washington dapat memainkan peran yang lebih besar dalam proses diplomasi ke depan. Namun, di sisi lain, sejumlah negara Eropa khawatir keterlibatan yang terlalu dominan dari Amerika Serikat justru akan mengurangi pengaruh mereka dalam menentukan arah penyelesaian konflik Ukraina.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Uni Eropa terkait laporan tersebut. Meski demikian, dinamika hubungan antara Washington, Brussel, Kyiv, dan Moskow diperkirakan akan menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan perundingan damai Rusia-Ukraina.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru