Upacara pembukaan Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia (WAIC) 2026 dan Pertemuan Tingkat Tinggi tentang Tata Kelola AI Global, di Shanghai, pada 17 Juli 2026. ANTARA/Xinhua/Shen Hong
SHANGHAI, ARAHKITA.COM – China semakin menunjukkan ambisinya menjadi salah satu pemimpin dunia di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Presiden China Xi Jinping mengumumkan negaranya akan menyediakan 5.000 kesempatan pelatihan dan seminar AI bagi negara-negara berkembang dalam lima tahun mendatang.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya China memperluas kolaborasi internasional sekaligus mendorong pemanfaatan AI yang lebih inklusif dan merata di berbagai kawasan dunia.
Pengumuman itu disampaikan Xi saat memberikan pidato utama pada pembukaan World AI Conference (WAIC) 2026 dan High-Level Meeting on Global AI Governance yang berlangsung di Shanghai, Jumat (17/7/2026).
Baca juga:
Ledakan Tambang Batu Bara di Tiongkok Tewaskan 82 Orang, Operasi Penyelamatan Masih BerlangsungDalam pidatonya, Xi menegaskan China akan memperluas kerja sama internasional melalui pembentukan pusat-pusat kolaborasi penerapan AI bersama sejumlah organisasi dan kawasan strategis. Mitra yang disebut meliputi ASEAN, Liga Negara-Negara Arab, Uni Afrika, Komunitas Negara-Negara Amerika Latin dan Karibia (CELAC), Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), hingga BRICS.
Tak hanya fokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, China juga akan membantu sekitar 30 negara memanfaatkan sistem peringatan dini meteorologi MAZU yang didukung teknologi AI.
Baca juga:
China dan Pakistan Kompak Desak AS-Iran Gencatan Senjata, Minta Perundingan Damai Segera DilanjutkanMenurut Xi, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan negara-negara dalam menghadapi bencana alam, sehingga mampu melindungi lebih banyak nyawa dan mengurangi kerugian harta benda masyarakat.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Beijing untuk memperkuat tata kelola AI global melalui kerja sama internasional, transfer pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
Baca juga:
China Tegur Jepang agar Tak Campuri Sengketa Laut China Selatan, Singgung Putusan Arbitrase