Loading
Helikopter menabrak atas Double Tree Hotel Astralia Foto The Independent
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Sebuah helikopter menabrak atap hotel Hilton di kota wisata populer di Australia utara, menewaskan pilotnya dan membuat puing-puing beterbangan di seluruh area hotel hingga masuk ke kolam renang.
Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 02.00 pada hari Senin di Double Tree Hotel, jaringan Hilton, di Cairns, pintu gerbang utama menuju Great Barrier Reef di Australia.
Helikopter bermesin ganda itu bertabrakan dengan atap hotel, menyebabkan kebakaran dan mendorong evakuasi ratusan tamu, kata polisi Queensland dalam sebuah pernyataan seperti dilansir The Independent.
Polisi mengatakan penyelidikan forensik sedang dilakukan untuk mengidentifikasi pilot secara resmi, yang dinyatakan meninggal di tempat kejadian.
Polisi mennyebut helikopter itu keluar dari hanggar di bandara Cairns tanpa surat izin penerbangan. Namun mereka tidak menjelaskan alasan pilot melakukan penerbangan itu atau bagaimana helikopter itu disetujui untuk lepas landas.
"Tidak ada ancaman lebih lanjut bagi masyarakat, dan kami yakin ini adalah insiden yang terisolasi," kata kepala inspektur sementara Kepolisian Queensland, Shane Holmes.
Pemilik helikopter, Nautilus Aviation, juga mengatakan bahwa pesawat itu sedang dalam penerbangan "tanpa izin" pada saat kecelakaan, seraya menambahkan bahwa mereka bekerja sama erat dengan Biro Keselamatan Transportasi Australia dan otoritas lain saat mereka menyelidiki insiden tersebut.
Dua bilah rotor helikopter terlepas dan satu mendarat di kolam renang hotel, kata laporan media setempat.
Unit kecelakaan forensik akan bekerja sama dengan regulator keselamatan transportasi Australia untuk menyiapkan laporan kecelakaan, kata polisi.
Sekitar 300 hingga 400 orang dievakuasi dari gedung hotel. Pada Senin pukul 17.30, hotel masih ditutup, dan staf di meja resepsionis Double Tree Hotel Hilton di Cairns. menginformasikan para tamu dipindahkan ke tempat lain.
Seorang pria berusia 80-an dan seorang wanita berusia 70-an, yang dibawa ke rumah sakit dalam kondisi stabil, telah dipulangkan, demikian dilaporkan penyiar negara bagian ABC.
"Mereka sangat stres karena, Anda tahu, jendela kamar mereka pecah," kata Jill Ball, yang menginap di hotel itu bersama suaminya Robert saat kecelakaan terjadi.
"Saya cukup beruntung karena saya mengenakan pakaian, tetapi beberapa orang malang keluar dengan kaki telanjang dan piyama," katanya kepada The Guardian.
Dia mengatakan kamar hotelnya berseberangan dengan tempat kecelakaan itu terjadi.