Arsip foto - Petugas kesehatan mengukur suhu tubuh anak balita saat pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional Polio di Madiun, Jawa Timur, Senin (15/1/2024). (ANTARA FOTO/Siswowidodo/nym)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Musim pancaroba sering kali membuat anak-anak lebih mudah terserang influenza. Meski sebagian besar kasus flu bisa sembuh dengan istirahat dan perawatan di rumah, ada kondisi tertentu yang menandakan anak perlu segera dibawa ke dokter. Dokter spesialis anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH menjelaskan lima tanda bahaya yang wajib diwaspadai orang tua.
1. Anak Sulit Makan, Minum, dan Tidur
Jika anak mengalami penurunan nafsu makan, malas minum, atau sulit tidur selama sakit flu, ini bisa jadi pertanda tubuhnya mulai kekurangan energi dan cairan. “Kalau kebutuhan makan, minum, dan tidurnya jauh dari normal, sebaiknya segera dibawa ke dokter,” kata dr. Mesty dalam webinar di Jakarta, Selasa (4/11/2025).
Istirahat dan asupan nutrisi cukup sangat penting untuk proses pemulihan. Bila hal dasar ini tidak terpenuhi, kondisi anak bisa cepat menurun.
2. Napas Tersengal dan Hidung Kembang-Kempis
Salah satu tanda bahaya yang mudah dikenali adalah kesulitan bernapas. Orang tua dapat memperhatikan gerakan hidung dan dada anak.“Kalau hidungnya terlihat kembang-kempis dan ada tarikan di leher yang terlihat cekung, itu sudah tanda anak kesulitan napas. Jangan tunggu sampai tarikan di dada muncul, segera bawa ke rumah sakit,” jelasnya.
3. Saturasi Oksigen Turun di Bawah 95 Persen
Saturasi oksigen bisa dicek menggunakan oximeter yang kini mudah ditemukan di toko alat kesehatan. Jika hasilnya menunjukkan angka di bawah 95 persen, itu pertanda anak kekurangan oksigen dan perlu pertolongan medis secepatnya.
4. Demam Tinggi yang Tak Kunjung Reda
Demam hingga 39–40 derajat Celsius yang tak membaik meski sudah diberi obat penurun panas juga termasuk tanda bahaya. Kondisi ini bisa menandakan infeksi yang lebih serius dan memerlukan pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya.
5. Insting Orang Tua yang Tak Tenang
Terakhir, menurut dr. Mesty, orang tua juga perlu percaya pada insting sendiri. “Kalau merasa ada yang tidak beres dengan kondisi anak, jangan ragu untuk membawanya ke fasilitas kesehatan. Tidak ada insting yang lebih tepat selain insting orang tua,” ujarnya dikutip Antara.
Flu memang umum terjadi, terutama di masa peralihan musim seperti sekarang. Namun pada anak-anak, daya tahan tubuh yang belum sempurna membuat mereka lebih rentan mengalami komplikasi.
Gejala seperti demam tinggi, batuk kering, hidung berair, nyeri otot, dan kelelahan berlebihan sebaiknya selalu dipantau agar tidak berkembang menjadi infeksi yang lebih berat.
Pesan penting: jangan anggap remeh flu pada anak. Penanganan cepat bisa mencegah kondisi memburuk dan membantu proses penyembuhan lebih optimal.