Ilustrasi berolahraga
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara efektif membantu seseorang berhenti merokok. Temuan ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Adelaide, Australia, Kamis (2/7/2026).
Berdasarkan hasil studi tersebut, aktivitas fisik mampu meningkatkan peluang seseorang untuk berhasil menghentikan kebiasaan merokok, sekaligus mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi dan menekan keinginan untuk kembali merokok.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Sport and Health Science itu menganalisis 59 uji coba terkontrol secara acak (randomized controlled trial atau RCT) dengan melibatkan lebih dari 9.000 peserta.
Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang mengikuti program olahraga memiliki peluang 15 persen lebih besar untuk berhenti merokok secara berkelanjutan dibandingkan kelompok yang tidak menjalani program serupa. Selain itu, peluang mereka untuk tetap tidak merokok selama tujuh hari meningkat hingga 21 persen.
Studi tersebut juga menemukan bahwa olahraga mampu mengurangi konsumsi rokok rata-rata dua batang per hari. Bahkan, satu sesi olahraga saja terbukti dapat menekan keinginan merokok hingga sekitar 30 menit setelah beraktivitas.
Profesor Carol Maher, peneliti senior dari Universitas Adelaide, menegaskan bahwa olahraga merupakan strategi pendukung yang efektif dalam proses berhenti merokok, terutama untuk mengatasi dorongan merokok dalam jangka pendek.
"Olahraga dapat membantu mengelola keinginan merokok jangka pendek, tetapi harus melengkapi, bukan menggantikan, intervensi berbasis bukti seperti konseling dan pengobatan," ujar Carol Maher.
Para peneliti menilai olahraga merupakan pendekatan yang relatif mudah dilakukan dan berbiaya rendah sehingga berpotensi menjadi pelengkap dalam program berhenti merokok yang sudah ada.
Meski demikian, mereka menekankan bahwa aktivitas fisik sebaiknya dipadukan dengan metode lain yang telah terbukti efektif, seperti terapi konseling maupun penggunaan obat-obatan untuk berhenti merokok.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), konsumsi tembakau masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dini yang sebenarnya dapat dicegah. Setiap tahun, kebiasaan merokok diperkirakan menyebabkan sekitar tujuh juta kematian di seluruh dunia.
Ke depan, para peneliti berharap dilakukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui cara terbaik mengintegrasikan olahraga ke dalam program berhenti merokok di masyarakat. Mereka juga ingin mengkaji apakah pendekatan serupa efektif membantu pengguna rokok elektronik atau vape menghentikan kebiasaannya.