Teh Hijau Bisa Bantu Atasi Sindrom Metabolik? Ahli Gizi Ungkap Manfaatnya untuk Gula Darah hingga Kolesterol


 Teh Hijau Bisa Bantu Atasi Sindrom Metabolik? Ahli Gizi Ungkap Manfaatnya untuk Gula Darah hingga Kolesterol Teh hijau selama ini dikenal sebagai minuman yang kaya antioksidan. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Teh hijau selama ini dikenal sebagai minuman yang kaya antioksidan. Namun, di balik rasanya yang khas, teh hijau juga disebut memiliki manfaat dalam membantu menjaga kesehatan metabolik, terutama bagi orang yang mengalami sindrom metabolik.

Sindrom metabolik merupakan kumpulan kondisi yang terjadi secara bersamaan, seperti tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang meningkat, kolesterol tidak normal, hingga penumpukan lemak di area perut. Kombinasi kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

Mengutip laporan Eating Well, sekitar 26 persen pria dan 31 persen perempuan di dunia mengalami sindrom metabolik. Angka ini menunjukkan bahwa gangguan metabolik menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian.

Membantu Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Ahli gizi Violeta Morris menjelaskan bahwa teh hijau dapat menjadi pelengkap sederhana dalam pola hidup sehat. Salah satu manfaat utamanya adalah membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efektif mengatur kadar gula darah.

Manfaat tersebut berasal dari kandungan antioksidan yang disebut katekin, yang menyusun sekitar 30 persen kandungan teh hijau. Salah satu jenis katekin yang paling banyak diteliti adalah epigallocatechin gallate (EGCG).

Menurut ahli gizi Stacey Woodson, EGCG membantu meningkatkan penyerapan glukosa ke dalam sel sehingga kadar gula darah lebih mudah dikendalikan. Senyawa ini juga diketahui berperan dalam menekan stres oksidatif, mengurangi peradangan, memperbaiki resistensi insulin, sekaligus mendukung kesehatan usus dan fungsi mitokondria.

Baik untuk Kolesterol dan Kesehatan Jantung

Tak hanya membantu mengontrol gula darah, sejumlah penelitian juga menunjukkan konsumsi teh hijau secara rutin dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total, termasuk kolesterol LDL atau yang dikenal sebagai kolesterol "jahat".

Kadar kolesterol yang lebih terkontrol berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Berpotensi Mengurangi Lemak Perut

Manfaat lain yang menarik adalah potensi teh hijau dalam membantu mengurangi lemak visceral, yaitu lemak yang mengelilingi organ-organ dalam tubuh. Jenis lemak ini menjadi salah satu faktor utama penyebab sindrom metabolik.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 10.000 orang dewasa di Korea Selatan menemukan bahwa konsumsi teh hijau berkaitan dengan risiko obesitas abdominal yang lebih rendah, terutama pada perempuan.

Jangan Tambahkan Terlalu Banyak Gula

Meski menyehatkan, para ahli mengingatkan agar teh hijau tidak dicampur dengan terlalu banyak gula, sirup, madu, maupun pemanis lainnya. Penambahan gula berlebihan justru dapat meningkatkan kadar gula darah dan memicu kenaikan berat badan sehingga manfaat teh hijau menjadi berkurang.

Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, para ahli menyarankan mengonsumsi dua hingga tiga cangkir teh hijau tanpa gula setiap hari.

Teh hijau juga dapat diminum sebelum maupun sesudah makan. Kandungan polifenol di dalamnya diyakini membantu meningkatkan sensitivitas insulin sekaligus memberikan rasa kenyang yang dapat mendukung pengendalian berat badan.

Bagaimana dengan Matcha?

Bagi yang menginginkan kandungan antioksidan lebih tinggi, matcha bisa menjadi pilihan.

Violeta Morris menjelaskan bahwa matcha dibuat dari daun teh hijau utuh yang dihaluskan menjadi bubuk. Karena seluruh bagian daun ikut dikonsumsi, kandungan antioksidan, vitamin, dan mineral pada matcha umumnya lebih tinggi dibandingkan teh hijau seduh biasa.

Tetap Harus Diimbangi Gaya Hidup Sehat

Meski memiliki banyak manfaat, para ahli menegaskan bahwa teh hijau bukanlah solusi tunggal untuk mengatasi sindrom metabolik.

Hasil terbaik akan diperoleh apabila konsumsi teh hijau dipadukan dengan pola makan bergizi seimbang, olahraga secara teratur, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik. Dengan demikian, manfaatnya terhadap kesehatan metabolik dapat dirasakan secara lebih optimal.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru