Jumat, 18 September 2026

Waspada! Menu Lebaran Bisa Picu Asam Urat dan Gangguan Metabolik


 Waspada! Menu Lebaran Bisa Picu Asam Urat dan Gangguan Metabolik Ilustrasi - Hidangan Lebaran. ANTARA/Siti Zulaikha

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Hidangan khas Lebaran memang menggugah selera, namun di balik kelezatannya tersimpan risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Pakar gizi klinik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Tirta Prawita Sari, mengingatkan bahwa beberapa menu favorit dapat memicu masalah serius, terutama bagi penderita asam urat.

Menurut Tirta, makanan seperti sambal goreng ati yang tinggi purin dapat meningkatkan risiko serangan gout akut, terlebih jika konsumsi air putih tidak mencukupi.

“Penderita asam urat yang mengonsumsi sambal goreng ati rentan mengalami serangan gout, apalagi bila kurang minum air putih,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Ia menjelaskan, satu kali makan menu Lebaran yang terdiri dari ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, dan kue seperti nastar bisa mengandung sekitar 1.390 kalori. Jumlah ini hampir setara dengan kebutuhan energi harian sebagian orang dewasa.

Lebih dari 60 persen kalori tersebut berasal dari lemak jenuh santan. Selain itu, kandungan sodium dalam satu porsi bisa mencapai sekitar 2.035 mg—nyaris menyentuh batas harian yang direkomendasikan oleh World Health Organization, yaitu 2.000 mg.

Sementara itu, kandungan serat dalam menu tersebut hanya sekitar lima gram, jauh dari kebutuhan harian yang ideal yakni 25–30 gram.

Tirta juga menyoroti dampak metabolik yang terjadi secara bersamaan. “Ketupat dan lontong memiliki indeks glikemik sangat tinggi, sehingga gula darah melonjak cepat,” jelasnya.

Selain itu, lemak jenuh dari santan dapat mengganggu kerja insulin, sementara kandungan garam yang tinggi berpotensi meningkatkan tekanan darah secara drastis. Minimnya serat membuat proses penyerapan zat-zat tersebut berlangsung lebih cepat di dalam tubuh.

Ia menambahkan, penderita hipertensi berisiko mengalami kenaikan tekanan darah dalam waktu singkat setelah mengonsumsi makanan tinggi garam. Begitu pula dengan pasien penyakit ginjal kronis yang harus lebih berhati-hati karena kandungan sodium, fosfor, dan kalium dalam menu Lebaran bisa memperburuk kondisi mereka.

“Satu porsi makan Lebaran itu seperti menekan semua tombol bahaya sekaligus—gula, lemak, garam, dan asam urat—dalam satu waktu. Itulah yang membuat risiko metaboliknya sangat nyata,” tegas Tirta.

Karena itu, masyarakat disarankan untuk mengontrol porsi makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta menyeimbangkan dengan makanan berserat agar tetap sehat selama perayaan Lebaran.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru