Loading
Ilustrasi Menu ikonik Lebaran Nusantara dalam konsep rijsttafel ANTARAHO
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Momen Idul Adha selalu identik dengan limpahan kuah santan dan hidangan daging kurban yang menggugah selera. Namun di balik kelezatannya, masyarakat diingatkan untuk tetap bijak dan mengontrol porsi makan. Jika kalap, konsumsi daging berlemak dan hidangan bersantan secara berlebihan bisa menjadi bumerang bagi kesehatan tubuh.
Ancaman ini mengintai siapa saja, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit kolesterol tinggi, hipertensi (tekanan darah tinggi), maupun gangguan metabolik lainnya.
Dokter Umum jebolan Universitas Indonesia (UI), dr. Irwan Heriyanto, MARS, menekankan pentingnya mengenali kondisi tubuh sendiri sebelum menyantap berbagai hidangan khas lebaran haji.
"Kalau berkaitan menjalani Idul Adha, saya pikir itu kembali kepada diri masing-masing, jadi kita harus kontrol juga terhadap apa yang harus diperhatikan dan difokuskan dengan kebutuhan kita sendiri, apa sih yang menjadi keluhan kita," ujar dr. Irwan saat ditemui di Jakarta Senin (25/5/2026).
Menurutnya, kunci utama menjaga kesehatan di hari raya adalah menahan diri dari prinsip aji mumpung. Mentang-mentang persediaan daging di rumah sedang melimpah, bukan berarti semuanya harus dihabiskan dalam waktu singkat.
"Pokoknya apa pun yang serba berlebihan itu kalau bisa dihindari," tegasnya.
Bagi penderita hipertensi, dr. Irwan memberikan catatan khusus. Menu-menu populer seperti gulai atau tongseng umumnya diolah dengan bumbu yang kaya akan garam dan santan kental. Kombinasi ini sangat berbahaya bagi stabilitas tekanan darah.
"Terutama yang hipertensi, jangan terlalu banyak makan yang asin-asin, terutama biasanya masakan-masakan saat Idul Adha seperti gulai dan lain sebagainya itu cukup berat, hindari," kata dr. Irwan.
Secara medis, ia menjelaskan bahwa kandungan natrium yang tinggi pada garam memiliki sifat menarik cairan di dalam tubuh. Ketika volume cairan meningkat, otomatis tekanan pada dinding pembuluh darah ikut melonjak. Kondisi inilah yang memperparah gejala hipertensi.
"Karena garam itu mengandung natrium, natrium menarik air dari tubuh sehingga kandungan natrium tersebut bisa menyebabkan tekanan di dalam pembuluh darah meningkat, itu akan memperburuk hipertensi," urainya lebih lanjut.
Bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh mencicipi hidangan Idul Adha. Dokter Irwan membagikan trik cerdas bagi masyarakat yang tetap ingin menikmati makan besar bersama keluarga tanpa perlu khawatir jatuh sakit.
Langkah pertama adalah memisahkan atau membuang bagian lemak yang menempel pada daging kurban sebelum dimasak. Langkah kedua adalah mengganti jenis garam yang digunakan untuk memasak menu khusus bagi penderita komorbid.
"Kalau memang ingin makan yang agak sedikit banyak, lemaknya yang dikurangi. Kalau asin, gunakan garam khusus, garam dengan kandungan rendah natrium," sarannya.
Kebiasaan memasak dalam porsi besar sering kali membuat anggota keluarga mengonsumsi menu yang sama dari pagi, siang, hingga malam hari secara berturut-turut. Menanggapi fenomena ini, dr. Irwan menutup dengan pesan singkat namun menohok.
"Intinya emang tipsnya menahan diri, jangan lapar mata," pungkasnya.