Ilustrasi - Pemakaian kacamata hitam bisa membantu melindungi mata dari dampak paparan sinar matahari. (Pixabay)
Dalam sebuah diskusi kesehatan bersama RS Pondok Indah di Jakarta, Rabu (3/6/2026), dr. Tri menegaskan bahwa perlindungan terhadap sinar matahari tidak boleh dianggap sepele, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
"Kalau kita aktivitas di ruang terbuka yang terkena sinar matahari lama, sunscreen protection itu perlu, tidak cuma untuk perempuan, tapi laki-laki juga perlu," ujar dr. Tri Wahyu Sp.M.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan kacamata hitam dengan perlindungan UV dapat membantu melindungi area mata dan kelopak mata dari paparan sinar ultraviolet yang berlangsung terus-menerus.
"Kacamata hitam bisa untuk melindungi area mata maupun kelopak mata itu sendiri dari sinar UV," jelasnya.
Menurut lulusan Universitas Padjadjaran tersebut, paparan sinar UV secara kronis dalam waktu bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor pada kelopak mata, salah satunya karsinoma sebasea.
Karsinoma sebasea merupakan tumor ganas yang menyerang kelenjar minyak pada kulit dan lebih sering ditemukan pada laki-laki. Selain itu, jenis kanker kulit lain yang juga dapat muncul antara lain karsinoma sel basal dan karsinoma sel skuamosa.
Yang perlu diwaspadai, gejala awal tumor kelopak mata sering kali menyerupai kondisi ringan seperti bintitan.
"Awal-awalnya mirip bintitan, ada matanya, bisa cuma satu jendolan saja, merah, bengkak, yang di-treat pada awalnya dia sebagai bintitan," kata dr. Tri.
Namun, ia menekankan bahwa kondisi tersebut perlu dicurigai jika tidak membaik meski sudah diberikan obat maupun tindakan awal.
"Namun dengan tindakan, dengan obat-obatan, dia tidak responsif dan memberikan hasil yang buruk, makanya curiga ke arah keganasan," tambahnya.
Dalam penanganannya, karsinoma sebasea biasanya memerlukan tindakan operasi pengangkatan tumor, disertai prosedur rekonstruksi setelahnya.
Selain tumor, dr. Tri juga menjelaskan kondisi umum lain pada kelopak mata seperti hordeolum (bintitan) yang disebabkan infeksi kelenjar di tepi kelopak mata, serta kalazion akibat penyumbatan kelenjar meibom.
"Biasanya ini umumnya disebabkan oleh infeksi," ujarnya terkait hordeolum.
Ia menambahkan, kebiasaan beraktivitas di luar ruangan seperti berkendara atau terpapar debu dapat meningkatkan risiko infeksi tersebut.
"Jadi, teman-teman yang mungkin sering aktivitas outdoor atau sering bawa kendaraan, terus sering terpapar debu, ini rentan akan terjadi hordeolum," jelasnya.
Untuk penanganan, baik hordeolum maupun kalazion dapat diatasi dengan obat tetes antibiotik, salep, obat minum, hingga kompres hangat dan pijat ringan pada kelopak mata.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kasus tumor kelopak mata menyumbang sekitar 5 hingga 10 persen dari seluruh keganasan tumor kulit pada tubuh manusia.
Ia juga menambahkan bahwa individu dengan kulit lebih terang cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker kulit dibandingkan orang dengan kulit berpigmen seperti masyarakat Asia atau Austronesia.