Selasa, 04 Agustus 2026

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Wisatawan Sebelum Mendaki Gunung


 Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Wisatawan Sebelum Mendaki Gunung Arsip foto - Kegiatan pendakian di Bukit Pergasingan, Desa Wisata Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Minggu (6/4/2025). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengingatkan wisatawan dan pendaki untuk mempersiapkan diri secara matang sebelum melakukan pendakian, terutama ke gunung berapi yang masih aktif.

Dalam keterangannya Jumat (5/6/2026), Kemenpar menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan calon pendaki adalah memeriksa status aktivitas gunung yang akan dikunjungi.

Wisatawan dapat memantau kondisi gunung api melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dikelola oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Informasi tersebut penting untuk mengetahui apakah gunung dalam kondisi aman untuk aktivitas pendakian atau tidak.

Jika status gunung menunjukkan kondisi yang berisiko atau tidak aman, masyarakat diminta menunda atau membatalkan rencana pendakian demi menghindari potensi bahaya.

Kementerian Pariwisata juga mendorong pendaki untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang memiliki sertifikasi dan pemahaman terkait kondisi lapangan.

"Pastikan untuk menghubungi pemandu lokal bersertifikat yang telah dibekali kemampuan untuk mengetahui secara persis titik-titik mana yang aman dan kapan harus tahu membatalkan pendakian," kata Kementerian Pariwisata.

Menurut Kemenpar, pemandu berpengalaman dapat membantu wisatawan mengenali zona aman dan area yang harus dihindari, terutama di kawasan gunung berapi aktif yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

Selain memantau status gunung, calon pendaki juga diminta memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima. Persiapan perlengkapan pendakian yang sesuai juga menjadi faktor penting untuk mendukung keselamatan selama perjalanan.

Kemenpar menyarankan pendaki membawa perlengkapan standar seperti tas dan sepatu gunung yang memadai. Selain itu, masker respirator juga direkomendasikan sebagai langkah antisipasi jika terjadi paparan abu vulkanik atau gas beracun.

Kementerian menegaskan pentingnya mematuhi seluruh aturan yang ditetapkan oleh PVMBG maupun pengelola kawasan pendakian. Pendaki juga diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.

Wisatawan diingatkan agar tidak memaksakan diri mencapai puncak atau mendekati kawah jika kondisi cuaca maupun aktivitas vulkanik tidak memungkinkan.

"Menjadi pendaki yang hebat bukan berarti berani mati, tapi tahu kapan harus berhenti demi keselamatan diri dan orang lain," tegas Kementerian Pariwisata.

Selain aspek keselamatan, Kemenpar juga mengajak para pendaki untuk menjaga kelestarian lingkungan selama berada di kawasan pegunungan. Wisatawan diminta menghormati alam dengan tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga ekosistem yang ada.

Melalui persiapan yang baik dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan, aktivitas pendakian diharapkan tetap menjadi pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru