Senin, 03 Agustus 2026

Jepang dan AS Kompak Intervensi Pasar Valas, Yen Menguat Setelah Sempat Terpuruk


 Jepang dan AS Kompak Intervensi Pasar Valas, Yen Menguat Setelah Sempat Terpuruk Ilustrasi - Bendera Jepang. ANTARA/Anadolu/py.

TOKYO, ARAHKITA.COM – Pemerintah Jepang dan Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir melakukan intervensi bersama di pasar valuta asing (valas) guna memperkuat nilai tukar yen yang terus tertekan terhadap dolar AS.

Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengungkapkan bahwa kedua negara membeli mata uang yen di pasar valas pada Jumat (31/7/2026). Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap pelemahan yen yang dinilai sudah berada pada level tidak wajar.

Menurut Katayama, intervensi bersama dilakukan berdasarkan Pernyataan Bersama Menteri Keuangan Jepang-AS yang diterbitkan pada September 2025. Tujuannya adalah meredam volatilitas ekstrem serta mengembalikan stabilitas pasar mata uang.

"Kementerian Keuangan Jepang akan terus berkoordinasi secara erat dengan Departemen Keuangan AS. Kami tidak akan ragu melakukan intervensi bersama lagi apabila diperlukan," ujar Katayama dalam pernyataan resminya, Senin (3/8/2026).

Yen Sempat Jatuh ke Level Terendah dalam 39 Tahun

Intervensi ini dilakukan setelah yen sempat melemah hingga menyentuh 163,99 per dolar AS pada 23 Juli lalu. Angka tersebut menjadi posisi terlemah mata uang Jepang dalam lebih dari 39 tahun terakhir.

Tekanan terhadap yen memicu kekhawatiran bahwa pelemahan yang terlalu tajam dapat mengganggu stabilitas ekonomi Jepang sekaligus meningkatkan biaya impor.

Trump Sebut AS Membantu Jepang

Presiden AS Donald Trump pada Minggu (2/8) mengungkapkan bahwa pemerintahannya ikut membeli yen atas permintaan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.

Trump menilai langkah tersebut tidak hanya membantu Jepang, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi Amerika Serikat.

Dampak Langsung di Pasar

Setelah intervensi dilakukan pada sesi perdagangan New York, yen menguat ke kisaran bawah level 157 per dolar AS. Sejumlah pejabat pemerintah Jepang serta pelaku pasar mengonfirmasi adanya aksi pembelian yen dan penjualan dolar AS oleh otoritas moneter.

Sebelumnya, yen sempat melonjak hampir lima poin hanya dalam waktu sekitar 50 menit ke kisaran 157 per dolar AS pada Kamis (30/7), sebelum kembali melemah ke level 160. Pergerakan tajam tersebut kemudian diketahui sebagai dampak dari intervensi pasar yang dilakukan Jepang.

Intervensi Pertama Sejak 2011

Kerja sama Jepang dan AS dalam menjaga stabilitas mata uang bukanlah yang pertama. Kedua negara terakhir kali melakukan intervensi bersama pada 2011, setelah gempa bumi dan tsunami besar melanda wilayah timur laut Jepang.

Kini, langkah serupa kembali ditempuh di tengah gejolak pasar keuangan global dan pelemahan yen yang berkepanjangan dilansir Antara dari Kyodo.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyatakan bahwa nilai tukar yen terlihat "terlalu rendah" dibandingkan kondisi fundamental ekonominya.

Laporan Reuters juga mengungkapkan bahwa sebuah foto yang diambil saat rapat kabinet Presiden Trump memperlihatkan daftar tugas di meja Bessent yang mengindikasikan rencana pembelian yen oleh AS senilai sekitar 5 miliar hingga 10 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp90,37 triliun hingga Rp180,74 triliun.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru