Senin, 03 Agustus 2026

Xenofobia Kian Menguat di Eropa, Craig Murray Kaitkan dengan Krisis Sosial dan Ekonomi


 Xenofobia Kian Menguat di Eropa, Craig Murray Kaitkan dengan Krisis Sosial dan Ekonomi Xenofobia Kian Menguat di Eropa, Craig Murray Kaitkan dengan Krisis Sosial dan Ekonomi. (Ilustrasi AI)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gelombang rasisme dan xenofobia di berbagai negara Eropa dinilai semakin menguat. Menurut aktivis politik asal Skotlandia sekaligus mantan duta besar Inggris untuk Uzbekistan, Craig Murray, fenomena tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan dipicu oleh ketimpangan sosial dan ekonomi yang semakin melebar.

Dalam wawancaranya dengan RIA Novosti, Murray mengatakan masyarakat Eropa saat ini sedang menghadapi perubahan sosial yang mengkhawatirkan. Ia menilai kekayaan semakin terkonsentrasi di tangan segelintir orang, sementara kesejahteraan masyarakat kelas pekerja justru mengalami stagnasi.

"Kita sedang menyaksikan tren sosial di seluruh Eropa yang mengarah pada rasisme dan xenofobia. Pada saat yang sama, kita melihat perkembangan kapitalisme tahap akhir, ketika negara justru memusatkan kekayaan di tangan segelintir orang dan kemajuan sosial terhenti," ujar Murray.

Menurut dia, standar hidup masyarakat pekerja di Inggris nyaris tidak mengalami peningkatan sejak tahun 2000. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi selama ini, kata Murray, lebih banyak dinikmati kelompok masyarakat paling kaya.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan periode setelah Perang Dunia II. Selama sekitar lima dekade, negara-negara Barat berhasil membangun masyarakat yang lebih sejahtera melalui kebijakan sosial-demokratis. Namun, harapan generasi muda untuk memiliki kehidupan yang lebih baik dibanding orang tuanya kini mulai memudar.

"Gagasan bahwa anak-anak akan hidup lebih baik daripada orang tuanya telah menghilang dari masyarakat Barat. Yang muncul justru konsentrasi kekayaan pada kelompok elite, disertai menguatnya sentimen kebencian terhadap orang asing, xenofobia, dan rasisme," katanya dikutip Antara.

Dikaitkan dengan Konflik Ukraina

Craig Murray juga menilai meningkatnya sentimen xenofobia di Eropa turut berkontribusi terhadap memburuknya hubungan dengan Rusia. Menurutnya, berkembangnya kebijakan dan sikap anti-Rusia, termasuk terhadap budaya Rusia dan warga berbahasa Rusia di Ukraina, menjadi salah satu faktor yang memperuncing konflik hingga akhirnya berkembang menjadi perang yang lebih luas.

Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Murray mengenai faktor-faktor yang memengaruhi dinamika konflik di kawasan tersebut.

Apa Itu Xenofobia?

Xenofobia adalah sikap takut, curiga, atau kebencian yang berlebihan terhadap orang asing maupun kelompok yang dianggap berbeda dari kelompoknya sendiri.

Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, yakni xenos yang berarti "orang asing" dan phobos yang berarti "ketakutan". Dalam praktiknya, xenofobia kerap memicu diskriminasi, prasangka, hingga tindakan intoleransi terhadap kelompok tertentu.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru