Loading
Cuaca Panas mau pu mendung Kulit Tetap Butuh tabir Surya Ilustrasi Freepik
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Tren perawatan kulit yang sedang viral sering kali diikuti secara antusias oleh Gen Z. Namun, survei terbaru mengungkapkan bahwa lebih dari 50% penggemar perawatan kulit ini tidak menyadari bahaya kerusakan akibat sinar matahari dan relevansi tabir surya dalam mencegah kanker kulit.
Survei yang dilakukan oleh American Academy of Dermatology (AAD) menunjukkan bahwa Gen Z berisiko tinggi terkena kanker kulit karena meningkatnya penyamakan kulit dan rasa terbakar. Satu dari empat generasi Z dewasa sudah mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari, dan hanya 37% generasi Z dewasa yang menggunakan tabir surya.
Meskipun merupakan bentuk kanker yang paling umum, kanker kulit juga merupakan salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah. Melakukan beberapa tindakan pencegahan saat berada di bawah sinar matahari dengan menggunakan pakaian pelindung, mengoleskan tabir surya secara teratur, dan menghindari tanning bed dapat membantu pencegahan.
Penggunaan tabir surya belum sepopuler yang seharusnya, terutama karena banyak orang yang merasa bahwa tabir surya tidak penting untuk mencegah sengatan matahari. Selain itu, masih banyak kesalahpahaman mengenai penggunaannya.
Ahli dermatologi Dr. Kendall Egan, dokter kulit bersertifikat dari Las Vegas, Nevada, seperti dilansir Medical Daily, berbagi d fakta tentang tabir surya dan mendorong lebih banyak orang untuk mulai menggunakannya.
Mitos #1 Tabir surya menyebabkan kanker
Fakta: Tabir surya tidak menyebabkan kanker kulit. AAD merekomendasikan penggunaan tabir surya berspektrum luas dan tahan air dengan SPF 30 atau lebih tinggi untuk mencegah kanker kulit.
Tabir surya tidak menyebabkan kanker kulit. Namun, orang yang menggunakan tabir surya mungkin menghabiskan lebih banyak waktu di bawah sinar matahari sehingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Kebanyakan orang tidak menggunakan tabir surya dalam jumlah yang cukup. Bahkan jika Anda menggunakan tabir surya dalam jumlah yang cukup, Anda tetap terkena sinar UV. radiasi. Tabir surya tidak menghalangi semua radiasi UV. Radiasi UV 100% diketahui meningkatkan risiko kanker kulit.
Bagi yang khawatir dengan tabir surya, Dr. Egan menyarankan untuk mengganti tabir surya berbahan kimia dengan tabir surya berbahan dasar mineral yang mengandung seng oksida.
Mitos #2 Tidak perlu menggunakan tabir surya saat cuaca mendung
Fakta: Tabir surya sebaiknya digunakan setiap hari, bahkan saat cuaca mendung.
Penelitian menunjukkan bahwa sinar UV dapat menembus awan hingga 80% sepanjang waktu. Tabir surya tidak boleh dilewatkan bahkan di musim dingin, karena salju dapat memantulkan hingga 80% sinar UV.
“Radiasi UV tidak sepenuhnya terhalang oleh awan. Untuk mencegah kanker kulit, sebaiknya tabir surya digunakan setiap hari,” kata Dr. Egan.
Mitos #3 Jika SPF-nya tinggi, maka tidak perlu mengaplikasi ulang tabir surya
Fakta: Tabir surya sebaiknya diaplikasikan kembali setiap dua jam atau bahkan lebih sering.
“SPF adalah ukuran perlindungan UVB. Jika tabir surya memiliki nilai SPF 30, ini berarti seseorang secara teoritis, jika menggunakan tabir surya dalam jumlah yang cukup, dapat terpapar sinar matahari 30 kali lebih lama sebelum menjadi merah atau terbakar dibandingkan jika tidak memakai tabir surya,” kata Dr. Egan.
"Selama pengujian pelabelan SPF, jumlah tabir surya yang digunakan sangat banyak untuk menentukan peringkatnya. Kebanyakan orang tidak menggunakan tabir surya dalam jumlah yang cukup untuk mendapatkan perlindungan SPF yang sebenarnya. Tabir surya harus digunakan kembali setiap 2 jam, lebih sering jika berkeringat atau berenang," jelasnya.
Mitos #4 Orang dengan warna kulit gelap memang membutuhkan tabir surya
Fakta: Terlepas dari warna kulit seseorang, tabir surya relevan untuk mencegah paparan sinar UV.
Orang dengan kulit lebih gelap bisa terkena kanker kulit. Paparan sinar UV juga mempercepat penuaan dan dapat menyebabkan bintik hitam atau sun spot pada kulit.
Untuk wajah, tabir surya berwarna (tinted suncreen) adalah pilihan terbaik untuk perlindungan keseluruhan dari sinar UV dan perangkat elektronik. Tabir surya jenis ini menghalangi cahaya yang dipancarkan dari perangkat elektronik.
“Cahaya dari perangkat elektronik dapat memperburuk melasma atau bintik hitam pada kulit. Tabir surya berbahan dasar mineral berwarna adalah yang terbaik untuk melawan melasma dan masalah pigmentasi kulit lainnya di wajah. Tabir surya berbahan kimia memanaskan kulit dan membuat melasma serta masalah pigmentasi lainnya memburuk,” kata Dr. Egan.