Loading
Presiden Prabowo saat bertemu dengan tokoh-tokoh USINDO. (Foto Antaranews)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan para pimpinan perusahaan Amerika Serikat (AS) percaya dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mendorong perusahaan untuk melakukan investasi di RI.
Prabowo menyampaikan hal tersebut usai melakukan pertemuan dengan The United States Indonesia Society (USINDO) di hari kedua lawatannya di Washington, DC, Amerika Serikat (AS), Senin sore waktu setempat.
"Saya sangat gembira, pertemuan-pertemuan tadi dengan perusahaan-perusahaan terbesar di Amerika dan di dunia. Amerika sangat terlibat di perekonomian Indonesia, dalam pembangunan Indonesia. Sudah lama mereka di Indonesia,” kata Prabowo usai pertemuan itu, dikutip dari keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa.
Adapun USINDO adalah organisasi nonpemerintahan yang didirikan untuk meningkatkan pemahaman AS tentang Indonesia, pengertian Indonesia tentang AS, dan memperkuat hubungan di antara kedua negara dan penduduknya.
Pertemuan yang digelar pada pukul 16:00 waktu setempat ini berlangsung secara santai dan dihadiri 25 peserta, baik dari AS maupun Indonesia.
Dalam pertemuan itu, hadir pula beberapa pimpinan perusahaan besar AS seperti Freeport Mcmoran, S&P Global, Boeing, BP America, Exxonmobil, Citi dan Caterpillar.
Presiden Prabowo mendorong perusahaan-perusahaan besar di AS tersebut agar terus berinvestasi dan turut serta dalam pembangunan Indonesia.
“Mereka terus percaya dengan Indonesia dengan ekonomi Indonesia dan saya juga dorong mereka untuk terus melakukan investasi, ikut serta dalam rencana pembangunan kita," kata Prabowo dilansir Antara.
Berikut 25 pihak dari AS dan Indonesia yang hadir dalam pertemuan yang dihadiri Presiden Prabowo.
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang mendampingi Prabowo dalam pertemuan ini adalah Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi/Kepala BKPM M Rosan P. Roeslani, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Stella Christie, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Washington DC Ida Bagus Made Bimantara dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.