Jamaah berada di bus Safari Wukuf Khusus Lansia. (Antaranews)
MAKKAH, ARAHKITA.COM - Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) tengah menyelidiki dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Safari Wukuf Lansia yang dilaporkan dilakukan oleh oknum dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) nonresmi.
Menurut Tenaga Ahli BP Haji, Rachmat Tri Fahmi, pihaknya akan melakukan klarifikasi menyeluruh terhadap berbagai pihak sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Kami akan melakukan proses tabayun untuk memvalidasi pernyataan dari jamaah terlebih dahulu," ujar Fahmi di Makkah, Selasa (10/6).
Safari Wukuf Lansia merupakan layanan gratis dari pemerintah bagi jamaah lanjut usia atau dengan risiko kesehatan tinggi agar tetap dapat menunaikan wukuf di Arafah. Jamaah diantar menggunakan bus dengan pendampingan tenaga medis dan petugas haji.
Fahmi menegaskan bahwa praktik pungli terhadap layanan ini adalah pelanggaran serius dan mencederai integritas penyelenggaraan ibadah haji.
"BP Haji berkomitmen terhadap pelayanan haji yang akuntabel, transparan, dan prima. Oknum yang melanggar akan ditindak tegas," katanya.
Program ini sudah memasuki tahun ketiga sejak diluncurkan pada 2023. BP Haji juga memberikan apresiasi kepada petugas Safari Wukuf yang dinilai bekerja profesional selama musim haji 2025.
Ke depan, BP Haji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan sistem pelayanan haji, sebagai persiapan pelaksanaan haji 2026 yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab lembaga ini.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, memastikan bahwa program Safari Wukuf tidak dipungut biaya sama sekali.
"Program ini disiapkan pemerintah dan tidak ada biaya yang dibebankan ke jamaah," tegas Hilman.
Ia menambahkan bahwa potensi pungutan biasanya terjadi di luar Safari Wukuf, seperti penggunaan jasa dorong kursi roda saat umrah wajib atau aktivitas di Masjidil Haram yang melibatkan pihak-pihak di luar petugas resmi.