Rabu, 09 September 2026

Transaksi Emas Digital di ICDX Melonjak 338 Persen pada Semester I 2026, Nilainya Tembus Rp172,7 Triliun


 Transaksi Emas Digital di ICDX Melonjak 338 Persen pada Semester I 2026, Nilainya Tembus Rp172,7 Triliun Logo Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI). (ANTARA/HO-ICDX.)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Minat masyarakat terhadap investasi emas digital terus menunjukkan tren positif. Hal itu tercermin dari lonjakan transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital yang dibukukan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) sepanjang semester I 2026.

ICDX mencatat volume transaksi emas digital mencapai 66.372.367 gram, meningkat 338 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 15.149.074 gram.

Tidak hanya dari sisi volume, nilai transaksi juga mengalami pertumbuhan yang jauh lebih tinggi. Sepanjang enam bulan pertama 2026, total transaksi mencapai Rp172,7 triliun, melonjak 601 persen dibandingkan semester I 2025 yang tercatat sebesar Rp24,6 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama ICDX, Nursalam, mengatakan peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan pasar fisik emas secara digital sebagai salah satu instrumen investasi.

"Pertumbuhan transaksi ini mencerminkan terus meningkatnya minat masyarakat untuk memanfaatkan perdagangan pasar fisik emas secara digital sebagai salah satu alternatif investasi," ujar Nursalam dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, sebagai bursa komoditas, ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat bersama regulator dan seluruh pelaku industri.

Enam Pedagang Emas Digital Terdaftar di ICDX

Saat ini terdapat enam perusahaan yang menjadi anggota bursa sebagai pedagang emas digital, yaitu:

  1. PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold)
  2. PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)
  3. PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas)
  4. PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)
  5. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk melalui Brankas LM
  6. PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang)

Keberadaan para anggota tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem perdagangan emas digital yang semakin terintegrasi di Indonesia.

ICDX Perkuat Ekosistem Bullion Nasional

ICDX juga telah bergabung dalam Indonesia Bullion Market Association (IBMA), asosiasi yang dibentuk untuk mendorong terciptanya pasar bullion nasional yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui standardisasi, edukasi, kolaborasi, serta penguatan ekosistem industri.

Selain ICDX, anggota IBMA terdiri atas sejumlah pelaku industri, di antaranya PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), PT Amman Mineral Internasional Tbk, PT Untung Bersama Sejahtera, PT Laku Emas Indonesia, PT Brinks Solutions Indonesia, PT Central Mega Kencana, PT Hartadinata Abadi Tbk, PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24), serta PT Sentral Kreasi Kencana.

Literasi Masyarakat dan Harga Emas Jadi Pendorong

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI), Anang Samsudin, menilai lonjakan transaksi emas digital dipengaruhi oleh meningkatnya literasi masyarakat mengenai investasi emas digital serta tingginya volatilitas harga emas sepanjang tahun ini.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat emas semakin diminati sebagai instrumen diversifikasi investasi sekaligus aset lindung nilai untuk perencanaan keuangan jangka panjang.

PPEDI, lanjut Anang, terus mendorong peningkatan literasi masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak agar pasar emas digital di Indonesia semakin berkembang.

Di sisi lain, aspek keamanan transaksi tetap menjadi prioritas utama. PPEDI terus berkoordinasi dengan berbagai lembaga terkait guna memastikan perlindungan investor, termasuk menjamin setiap kepemilikan emas digital didukung oleh aset emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai underlying asset.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru