Kamis, 13 Agustus 2026

Prabowo: Rumah Sakit Asing Bisa Buka Cabang di Indonesia


  • Senin, 14 Juli 2025 | 12:30
  • | News
 Prabowo: Rumah Sakit Asing Bisa Buka Cabang di Indonesia Prabowo: Rumah Sakit Asing Bisa Buka Cabang di Indonesia. (Antaranews)

BRUSSELS, ARAHKITA.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa rumah sakit dan institusi pendidikan asing kini diperbolehkan membuka cabang dan beroperasi di Indonesia.

"Dalam dua tahun terakhir, kami telah membuka partisipasi asing di banyak sektor, dan saat ini kami membuka sektor kesehatan. Rumah sakit asing mana pun kini diperbolehkan membuka cabang di Indonesia," ujar Prabowo saat bertemu dengan Presiden Dewan Eropa António Costa di Gedung Berlaymont, Brussels, Belgia, Minggu (13/7),  seperti dikutip dari keterangan resmi.

Kebijakan ini, menurut Prabowo, menjadi sinyal positif menjelang penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa yang direncanakan berlangsung pada September 2025.

 

Presiden kemudian menekankan dirinya ingin melihat lebih banyak keterlibatan Eropa dalam perekonomian Indonesia, dan begitu juga sebaliknya Indonesia pun siap masuk ke dalam perekonomian Eropa.

Bagi Presiden Prabowo, Eropa memiliki banyak keunggulan dan pengalaman dalam pengembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, juga tata kelola, dan keunggulan keuangan serta ekonomi. Indonesia, di sisi lain, juga memiliki banyak cadangan mineral dan sumber daya alam yang langka.

Oleh karena itu, Presiden Prabowo yakin adanya CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa dapat saling menguntungkan bagi dua belah pihak.

"Kami ingin melihat lebih banyak partisipasi Eropa dalam perekonomian kami, dan kami siap masuk ke dalam perekonomian Uni Eropa. Saya pikir kita punya hubungan yang saling menguntungkan," katanya.

Tidak hanya rumah sakit, Presiden juga menyebut kampus-kampus asing saat ini juga diperbolehkan membuka cabang dan beroperasi di Indonesia. Presiden Prabowo juga menyampaikan keinginannya untuk mengirimkan lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di Eropa.

"Kami mengirimkan 3.394 orang mahasiswa setiap tahunnya untuk melanjutkan studi di Eropa, dan hingga saat ini, kami telah membiayai 11.784 mahasiswa (untuk studi di Eropa, red.), dan angka ini di luar mahasiswa yang membiayai sendiri studi mereka. Jadi, ini yang disponsori oleh pemerintah, dan kami ingin melihat lebih banyak mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Eropa," kata Prabowo dikutip Antara.

Presiden Prabowo mengumumkan perundingan CEPA Indonesia dan Uni Eropa rampung saat jumpa pers bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Kantor Komisi Eropa, Gedung Berlaymont, Brussels, Minggu (13/7). Indonesia dan Uni Eropa telah bernegosiasi membahas poin-poin kerja sama CEPA selama kurang lebih 10 tahun.

Keberhasilan itu pun disambut positif oleh Presiden von der Leyen dan Presiden Costa, dua pimpinan Uni Eropa yang ditemui oleh Presiden Prabowo di Brussels, Minggu. Dua pertemuan itu merupakan rangkaian dari lawatan luar negeri Presiden Prabowo di Brussels sejak Sabtu (12/7).

Dalam lawatan resminya di Brussels, Presiden didampingi beberapa Menteri Kabinet Merah Putih, yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, kemudian ada pula Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Duta Besar RI untuk Belgia Andri Hadi.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru