Loading
Tembakan Gas Air Mata di Sekitar Unisba Dipicu Serangan Bom Molotov.
BANDUNG, ARAHKITA.COM - Polda Jawa Barat mengungkapkan bahwa tembakan gas air mata yang terjadi di sekitar Universitas Islam Bandung (Unisba) pada Senin malam, 1 September 2025 dipicu oleh pelemparan bom molotov yang dilakukan sekelompok orang berpakaian hitam, diduga bagian dari kelompok anarko.
Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika patroli gabungan berskala besar TNI/Polri melintas di kawasan Jalan Tamansari, Kota Bandung.
Di saat yang sama, muncul sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga berasal dari kelompok anarko. Mereka menutup jalan, membangun blokade, dan melakukan tindakan anarkis.
Baca juga:
Tragedi di Pernikahan Anak KDM: Polda Jabar Periksa 11 Saksi, Kasus Diambil Alih Ditreskrimum
"Saat patroli dilakukan muncul sekelompok orang berpakaian hitam yang diduga merupakan kelompok anarko. Mereka inilah awalnya yang menutup jalan dan membuat blokade di Tamansari sambil anarkis," kata Hendra di Bandung, Selasa.
Hendra menjelaskan kelompok tersebut kemudian melakukan provokasi lebih jauh dengan melempar bom molotov dari dalam kampus ke arah petugas dan kendaraan, termasuk kendaraan taktis (rantis) Brimob. Atas kondisi itu, petugas menembakkan gas air mata ke jalan raya.
"Tim kemudian menembakkan gas air mata ke jalan raya, namun tertiup angin hingga ke arah parkiran Unisba. Inilah yang kemudian dijadikan bahan provokasi oleh kelompok anarko untuk membenturkan mahasiswa dengan petugas," katanya dikutip Antara.
Ia menegaskan informasi di media sosial yang menyebut aparat masuk ke kampus, membawa senjata peluru karet, dan menembakkan gas air mata ke dalam area kampus adalah tidak benar.
"Jarak petugas dengan kampus kurang lebih 200 meter dari kampus Unisba. Tidak ada pula tembakan gas air mata yang diarahkan ke kampus, semuanya diarahkan ke jalan raya, tempat kelompok berpakaian hitam berkumpul," katanya.
Hendra menambahkan setelah situasi di Jalan Tamansari terkendali dan kelompok berpakaian hitam melarikan diri, patroli gabungan TNI/Polri kembali melanjutkan pengamanan ke sejumlah titik lain di Kota Bandung.
"Tuduhan bahwa aparat menyerang lebih dahulu adalah tidak benar. Justru kami melakukan patroli dialogis untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Barat," katanya.