Loading
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (kiri) memberikan keterangan terkait pembaruan informasi penanganan bencana Sumatra di Banda Aceh, Sabtu (6/12/2025). ANTARA/Rahmat Fajri
BANDA ACEH, ARAHKITA.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatra. Hingga Sabtu sore (6/12/2025), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 914 jiwa.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Media Center Komunikasi Digital (Komdigi) di Kantor Gubernur Aceh.
“Per hari ini, total korban meninggal mencapai 914 jiwa. Angka ini naik 47 jiwa dibanding data kemarin yang berjumlah 867 jiwa,” jelasnya.
Aceh Jadi Provinsi dengan Korban Tertinggi
BNPB memerinci jumlah korban meninggal terbanyak berasal dari:
Tim gabungan terus mengoptimalkan operasi pencarian dan pertolongan untuk mempercepat penanganan di lapangan. BNPB menegaskan bahwa setiap upaya dilakukan agar jumlah korban tidak terus bertambah.
Korban Hilang Masih Ratusan
Selain korban meninggal, data terbaru juga menunjukkan masih ada 389 orang yang dilaporkan hilang di tiga provinsi tersebut. Jumlah ini turun dari hari sebelumnya yang mencapai 521 orang.
“Data ini terus bergerak karena beberapa korban yang sebelumnya dinyatakan hilang sudah ditemukan atau melapor dalam kondisi selamat,” tutur Abdul Muhari dilansir Antara.
BNPB berharap penurunan jumlah korban hilang terus berlanjut seiring intensifnya operasi pencarian di wilayah terdampak. “Kami berharap angka ini bisa terus menurun agar semua korban dapat ditemukan secepatnya,” ujarnya.