Selasa, 27 Januari 2026

​Arkeolog China Temukan Kompleks Makam Keluarga Kuno, Ungkap Hierarki Sosial Zaman Dinasti Zhou


  • Kamis, 08 Januari 2026 | 16:00
  • | News
 ​Arkeolog China Temukan Kompleks Makam Keluarga Kuno, Ungkap Hierarki Sosial Zaman Dinasti Zhou Para arkeolog juga menemukan lima lubang berisi sisa-sisa kereta (chariot) dan kuda. (ANTARA/Xinhua)

XI'AN, ARAHKITA.COM - ​Provinsi Shaanxi di China Barat Laut kembali membuktikan dirinya sebagai "surga" bagi para pemburu sejarah. Baru-baru ini, sebuah tim arkeolog gabungan berhasil mengungkap keberadaan klaster makam kuno yang diperkirakan berusia hampir 3.000 tahun. Bukan sekadar tumpukan tanah, 31 makam yang ditemukan di Reruntuhan Changchun, wilayah Fuping, ini menjadi jendela penting untuk memahami dinamika politik dan sosial masa lalu. ​

Jejak Kasta dalam Sebuah Kompleks Pemakaman

Sejak penggalian dimulai pada Agustus 2022, para peneliti dari Shaanxi Provincial Institute of Archaeology (SPIA) menemukan sesuatu yang menarik: adanya sistem hierarki yang sangat jelas. Li Yanfeng, peneliti di SPIA, menjelaskan bahwa makam-makam tersebut terbagi dalam empat kategori berdasarkan bentuk dan ukurannya.

​Di puncak piramida sosial ini, terdapat dua makam utama yang diberi kode M1 dan M2. Berbeda dengan makam lainnya, kedua makam ini memiliki tiga lapis peti mati—sebuah simbol kemewahan dan status tinggi pada masanya. Berdasarkan hasil uji karbon-14 dan analisis artefak, para ahli meyakini bahwa pemilik makam M2 adalah seorang penguasa pemukiman lokal, sementara M1 adalah tempat peristirahatan terakhir istrinya.

​Harta Karun Giok dan Kereta Kuda

Kemegahan Dinasti Zhou Barat (1046 SM - 771 SM) terpancar dari lebih dari 300 artefak yang ditemukan. Tim arkeolog berhasil mengamankan berbagai benda berharga mulai dari perunggu, batu, hingga kerajinan lak.

​Beberapa temuan yang paling mencuri perhatian adalah:

  • ​Liontin Giok: Bermotif manusia dan naga dengan detail yang sangat halus.
  • ​Senjata dan Musik: Tombak giok yang gagah serta lonceng batu yang masih terawat.
  • ​Sisa Kereta (Chariot): Ditemukan lima lubang berisi sisa-sisa kereta dan kuda, yang mempertegas bahwa pemiliknya bukanlah orang sembarangan.

​Sisi Lain: Makam Rakyat Biasa

Kontras dengan kemewahan M1 dan M2, klaster ini juga menampung makam-makam kecil yang jauh lebih sederhana. Di sini, tidak ditemukan benda perunggu atau lapisan peti ganda. Para arkeolog hanya menemukan wadah tembikar dan hiasan dari cangkang kerang, yang mengindikasikan bahwa ini adalah area pemakaman bagi kalangan rakyat biasa dilansir Antara dari Xinhua.

​Menariknya, meskipun ada perbedaan status yang mencolok, seluruh makam ini tertata dengan sangat rapi. Fenomena ini mencerminkan adanya karakteristik "pemakaman keluarga" atau sistem pemakaman umum yang terpusat dan terorganisir dengan baik pada zaman tersebut.

​Mengapa Penemuan Ini Penting?

Hingga saat ini, para ilmuwan memang belum menemukan prasasti yang menyebutkan nama atau identitas spesifik kelompok masyarakat ini. Namun, keberadaan material fisik dari Dinasti Zhou Barat ini memberikan bukti autentik tentang bagaimana masyarakat kuno mengatur strata sosial dan politik mereka.

​Penemuan di Weinan ini bukan sekadar tentang emas atau batu mulia, melainkan tentang menyusun kembali potongan puzzle sejarah peradaban manusia yang sempat hilang ditelan waktu.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru