Super Flu di Bali: Catatan Prof Tjandra dari Hainan soal H3N2 yang Sedang Mendominasi Asia


  • Jumat, 16 Januari 2026 | 18:00
  • | News
 Super Flu di Bali: Catatan Prof Tjandra dari Hainan soal H3N2 yang Sedang Mendominasi Asia Prof Tjandra Yoga Aditama, di kota pelabuhan kota Sanya, Pulau Hainan. (Foto: Dok. Pribadi)

SANYA, HAINAN, ARAHKITA.COM - Belakangan, media ramai memberitakan kasus “Super Flu” di Bali. Istilahnya terdengar menegangkan, tapi yang perlu kita pahami: kasus ini berkaitan dengan Influenza A H3N2 (Sub Clade K)—jenis influenza yang memang sedang bergerak di banyak negara.

Dengan mobilitas masyarakat yang kian tinggi, situasi ini bukan sesuatu yang mustahil terjadi. Bahkan, ketika dunia sedang “musim flu”, Indonesia tentu bisa ikut terdampak. Nah, menariknya, gambaran kondisi influenza di Asia saat ini cukup jelas jika kita melihat data dari negara tetangga.

Salah satu catatan lapangan datang dari Prof Tjandra Yoga Aditama—Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University, sekaligus Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Dalam catatan perjalanannya, Prof Tjandra menulis laporan situasi influenza ketika beliau sedang berada di kota pelabuhan Sanya, Provinsi Hainan, Tiongkok.

China: Situasi “Moderate”, Aktivitas Influenza Justru Menurun

Berdasarkan data CDC China (14 Januari 2026), situasi influenza di Tiongkok digambarkan sebagai “moderate”. Kabar baiknya, aktivitas influenza di sana disebut menurun dalam empat minggu terakhir.

Namun tetap ada catatan penting: China juga melaporkan adanya kluster influenza di sekolah. Ini poin yang patut bikin kita menoleh, karena sekolah adalah tempat penularan bisa berjalan cepat: ruang kelas tertutup, anak-anak berkegiatan bersama, dan sering kali gejala awal flu dianggap sepele.

Di rumah sakit China, angka kepositifan (positivity rate) untuk pasien bergejala influenza-like illness mencapai 27,4%. Angka ini menarik karena menunjukkan betapa rapinya data influenza di sana disampaikan ke publik—bahkan dijelaskan dalam jumpa pers.

Yang paling menonjol: 97,3% kasus influenza di China adalah H3N2. Artinya, H3N2 benar-benar sedang dominan.

Taiwan: Mulai Naik, Diprediksi Masuk Fase Epidemi Menjelang Imlek

Kalau China cenderung melandai, Taiwan justru menunjukkan tren berbeda. Otoritas kesehatan Taiwan memperkirakan kasus influenza mulai meningkat dan bisa masuk fase epidemi dalam dua minggu.

Puncaknya diprediksi terjadi sekitar Tahun Baru Imlek. Ini juga relevan bagi Indonesia karena periode Imlek identik dengan peningkatan perjalanan, kunjungan keluarga, serta mobilitas lintas negara.

Taiwan bahkan memiliki unit khusus bernama CDC Epidemic Intelligence Center. Pimpinan unit tersebut melaporkan bahwa pada periode 4–10 Januari, ada 91.842 pasien dengan gejala flu yang berobat—naik 9,6% dibanding minggu sebelumnya.

Dalam periode 6–12 Januari, tercatat pula 3 kematian akibat influenza di Taiwan.

Catatan untuk Indonesia: Data Mingguan Itu Penting

Catatan Prof Tjandra mengarah pada satu kebutuhan yang sangat masuk akal: kita butuh data influenza yang rutin, rapi, dan disampaikan ke publik.Bayangkan kalau masyarakat Indonesia bisa melihat laporan mingguan tentang:

  • tren kenaikan/penurunan kasus influenza,
  • wilayah paling terdampak,
  • usia paling rentan,
  • dominasi jenis virus (misalnya H3N2 atau tipe lain),
  • hingga positivity rate nasional.

Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membuat publik lebih siap dan lebih rasional. Informasi yang jelas membantu orang tahu kapan harus lebih waspada, kapan harus menahan diri dari kerumunan, dan kapan harus segera memeriksakan kondisi.

Jadi, Harus Panik?

Tidak. Tapi juga jangan menyepelekan.Influenza bukan penyakit baru, namun dalam situasi tertentu ia bisa menjadi serius, terutama pada kelompok rentan. Catatan dari Hainan dan Taiwan memberi pesan sederhana: musim influenza sedang bergerak, H3N2 mendominasi, dan Indonesia perlu lebih siap secara informasi.

Dan seperti kata banyak dokter, langkah awal yang paling masuk akal adalah yang paling sederhana: sadar gejala, jaga kebersihan, dan jangan menunda periksa bila kondisi memburuk.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru