Tren Antisipasi Kesehatan Meningkat Jelang Puasa, Ini Temuan Halodoc


 Tren Antisipasi Kesehatan Meningkat Jelang Puasa, Ini Temuan Halodoc Chief Marketing Officer Halodoc Fibriyani Elastria dalam acara diskusi Indonesia Health Insight Report Q1 2026. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Kesadaran masyarakat Indonesia dalam mempersiapkan kesehatan menjelang bulan suci Ramadhan terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya pembelian berbagai produk kesehatan sebelum memasuki masa puasa.

Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, mengungkapkan bahwa berdasarkan Indonesia Health Insight Report Q1 2026, pembelian vitamin dan suplemen melalui aplikasi Halodoc melonjak signifikan, khususnya pada sepekan sebelum Ramadhan.

“Untuk vitamin dan suplemen memang terlihat kenaikan yang cukup besar. Seminggu sebelum puasa terjadi peningkatan sekitar 30 persen. Masyarakat sudah mulai stok karena membayangkan kondisi puasa yang mungkin lebih berat, kurang tidur, dan perubahan aktivitas,” ujar Fibri dalam diskusi Indonesia Health Insight Report Q1 2026 di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurut Fibri, lonjakan tersebut mencerminkan kesiapan masyarakat untuk menjalani ibadah puasa tanpa terganggu masalah kesehatan. Tidak hanya vitamin, antisipasi terhadap gangguan pencernaan juga tercatat meningkat.

Halodoc mencatat pembelian obat-obatan kategori pencernaan naik sekitar 15 persen pada minggu menjelang puasa. Peningkatan ini sejalan dengan naiknya konsultasi terkait gangguan lambung seperti maag dan GERD yang melonjak 21 persen dibandingkan rata-rata mingguan sebelum Ramadhan.

“Biasanya puncak keluhan terjadi di hari ketiga Ramadhan. Polanya konsisten dalam dua tahun terakhir karena tubuh masih beradaptasi, mulai dari perubahan jam tidur hingga pola makan,” jelas Fibri seperti dikutip dari Antara.

Menariknya, sekitar 65 persen pengguna tercatat langsung membeli obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, meski layanan telemedicine tersedia.

Selain masalah pencernaan, produk kesehatan mulut dan tenggorokan juga mengalami peningkatan penjualan hingga 16 persen. Kondisi mulut kering dan bau mulut saat berpuasa menjadi alasan utama masyarakat melakukan pembelian lebih awal.

“Karena saat puasa kita tidak bisa minum, tenggorokan terasa kering dan kadang muncul bau mulut. Itu juga sudah diantisipasi dengan belanja lebih awal,” kata Fibri.

Tak hanya itu, laporan Halodoc juga mencatat peningkatan pembelian produk kesehatan dan perawatan kulit sebesar 15 persen menjelang Ramadhan.

Dari sisi layanan konsultasi daring, pola waktu konsultasi selama Ramadhan turut berubah. Konsultasi paling banyak terjadi pada pukul 00.00 hingga 06.00 pagi, dengan keluhan utama seputar gangguan lambung, vertigo, sembelit yang naik 20 persen, serta masalah tenggorokan yang meningkat 13 persen.

“Pada dasarnya masyarakat Indonesia sekarang sudah jauh lebih proaktif dan preventif terhadap kesehatan. Harapannya, data ini bisa membuat masyarakat yang belum siap menjadi lebih sadar pentingnya persiapan kesehatan sebelum puasa,” tutup Fibri.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru