Loading
Banjir di RW 04 Kelurahan Cipinang Melayu Makasar Jakarta Timur. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Luapan sungai dan tingginya curah hujan kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah DKI Jakarta. Hingga Jumat siang (23/1/2026), tercatat 143 Rukun Tetangga (RT) serta 16 ruas jalan mengalami genangan dengan ketinggian air bervariasi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyebut hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak Kamis hingga Jumat menjadi faktor utama meluasnya banjir.
“Penyebab utama banjir kali ini adalah intensitas hujan yang tinggi serta meluapnya beberapa sungai di wilayah Jakarta,” ujar Isnawa Adji seperti dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan bahwa ketinggian air di beberapa lokasi cukup signifikan, terutama di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Di Kelurahan Rawa Buaya dan Kosambi, genangan dilaporkan mencapai lebih dari satu meter. Sementara di Kelurahan Cipulir, Jakarta Selatan, ketinggian air bahkan mencapai 120 sentimeter.
“Saat ini kami mencatat ada 143 RT dan 16 ruas jalan yang masih tergenang,” tambahnya.
Sebaran Wilayah Terdampak
Wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak berada di Jakarta Selatan (66 RT), disusul Jakarta Barat (40 RT), Jakarta Timur (30 RT), Jakarta Pusat (5 RT), dan Jakarta Utara (2 RT).
Beberapa kelurahan yang terdampak antara lain:
Petogogan (26 RT)
Cipinang Melayu (15 RT)
Pela Mampang (9 RT)
Ulujami (8 RT)
Kedaung Kali Angke (8 RT)
Ketinggian genangan berkisar antara 15 cm hingga 120 cm, tergantung kondisi wilayah dan saluran air setempat.
16 Ruas Jalan Ikut Terendam
Sejumlah jalan utama di Jakarta turut terdampak, di antaranya:
Jl. Daan Mogot KM 13
Jl. Srengseng Raya
Jl. Basoka Raya
Jl. Cipinang Indah
Jl. Kebon Pala II
Jl. Pegangsaan Dua
Ketinggian air di ruas jalan berkisar antara 10 cm hingga 50 cm, yang berdampak pada kelancaran lalu lintas dan mobilitas warga.
Upaya Penanganan dan Imbauan Warga
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memantau genangan, melakukan penyedotan air, serta berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal.
Pemerintah daerah juga mengimbau warga di wilayah rawan banjir untuk tetap waspada, menjaga keselamatan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.