Loading
Seorang umat berdoa di altar di Wihara Amurva Bhumi (Hok Tek Tjeng Sin) di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2025). ANTARA/Juliyanti
JAKARTA, ARAHKITA.COM — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Wihara Amurva Bhumi di kawasan Karet, Jakarta Selatan, mulai melakukan berbagai persiapan. Salah satu tradisi penting yang tengah disiapkan adalah ritual mandi rupang, yakni prosesi penyucian patung dewa-dewi yang dilakukan menjelang pergantian tahun.
Salah satu pengurus wihara, Arifin, mengatakan bahwa hingga akhir Januari ini progres persiapan baru mencapai sekitar 25 persen. Meski begitu, sejumlah kebutuhan utama untuk perayaan Imlek telah disiapkan sejak dini.
“Sekarang masih sekitar 25 persen. Kalau ritual mandi rupang sudah dilakukan, biasanya persiapan sudah hampir 90 persen,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Menurut Arifin, rangkaian persiapan meliputi kegiatan bersih-bersih area wihara, penataan altar, hingga penyediaan perlengkapan sembahyang agar perayaan Imlek dapat berjalan khidmat dan lancar.
Agenda bersih-bersih bangunan dijadwalkan dimulai pada 2 Februari mendatang. Tahap awal akan difokuskan pada bagian luar seperti tembok dan tiang-tiang bangunan wihara.
“Awal Februari mulai bersih-bersih, tapi tahap awal khusus tembok dan tiang dulu,” katanya dikutip Antara.
Sementara itu, ritual mandi rupang direncanakan digelar pada 11 Februari, atau sekitar sepekan sebelum perayaan Imlek. Tradisi ini menjadi simbol penyucian diri dan lingkungan sebelum memasuki tahun yang baru.
“Mandi rupang biasanya memang dilakukan seminggu sebelum Imlek,” ujar Arifin.
Dalam tradisi Tionghoa, mandi rupang tidak hanya membersihkan patung dewa-dewi, tetapi juga diiringi dengan penggantian busana patung serta penataan ulang altar agar tampak lebih rapi, bersih, dan sakral.
Selain itu, pihak wihara juga menyiapkan perlengkapan ibadah seperti lilin besar yang digunakan khusus saat perayaan Imlek. Lilin-lilin tersebut disiapkan dengan ukuran besar untuk mendukung rangkaian sembahyang.
“Lilin Imlek sudah kita siapkan, ukurannya sekitar 50 kati,” kata Arifin.
Dekorasi khas Imlek seperti lampion juga akan diganti dengan yang baru menjelang hari perayaan. Pergantian dekorasi dijadwalkan dilakukan sehari sebelum Imlek agar suasana wihara terasa lebih semarak.
“Lampion dan dekorasi akan kita ganti semua tanggal 10 Februari,” ujarnya.
Pada malam puncak Imlek, rangkaian acara akan diawali dengan sembahyang bersama selama kurang lebih satu setengah jam. Setelah itu, umat dan pengunjung akan disuguhkan atraksi barongsai yang selalu menjadi daya tarik utama.
Wihara Amurva Bhumi juga akan dibuka selama 24 jam penuh pada malam Imlek dan tetap menerima kunjungan umat hingga dua minggu setelahnya, sampai penutupan rangkaian perayaan Cap Go Meh.
“Malam Imlek kita buka 24 jam. Setelah itu masih ramai sampai dua minggu, sampai penutupan Imlek,” kata Arifin dikutip Antara.
Pihak pengurus memperkirakan jumlah pengunjung pada malam Imlek bisa mencapai ratusan orang. Dalam kondisi cuaca cerah, jumlahnya diperkirakan berkisar antara 500 hingga 700 orang.
“Kalau hujan mungkin sekitar 300–400 orang. Tapi kalau cuaca bagus, bisa sampai 700 orang,” ujarnya.
Seluruh rangkaian ibadah dan perayaan Imlek di wihara ini terbuka untuk umat dan dilaksanakan sesuai tradisi serta tata cara yang berlaku.