Kamis, 05 Februari 2026

PBNU Ingatkan Prabowo Jaga Sikap Indonesia agar Tak Rugikan Palestina


  • Selasa, 03 Februari 2026 | 22:30
  • | News
 PBNU Ingatkan Prabowo Jaga Sikap Indonesia agar Tak Rugikan Palestina Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (kiri) memberikan keterangan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). (ANTARA/Cahya Sari)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto agar arah kebijakan Indonesia tidak terseret kepentingan global yang justru bisa merugikan perjuangan rakyat Palestina. Pesan itu disampaikan setelah pertemuan antara Presiden dan para pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 16 ormas Islam serta sejumlah kiai dari berbagai daerah. Dalam dialog itu, para tokoh agama mendapat penjelasan langsung dari Presiden mengenai langkah diplomasi Indonesia terkait isu Palestina.

Gus Yahya, sapaan akrab Yahya Cholil Staquf, mengaku memahami paparan Presiden Prabowo. Namun ia menekankan pentingnya kehati-hatian agar Indonesia tidak mudah mengikuti arus politik internasional yang berpotensi melemahkan posisi Palestina.

Menurutnya, Presiden menjelaskan berbagai pertimbangan realistis yang sedang ditempuh pemerintah. Langkah tersebut diharapkan dapat membuat kontribusi Indonesia lebih konkret dan berdampak nyata, bukan sekadar simbolik.

Salah satu yang dibahas adalah keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace yang digagas Amerika Serikat. Keterlibatan itu disebut akan disertai konsolidasi dengan negara-negara Islam dan Timur Tengah sehingga langkah yang diambil tetap sejalan dengan semangat membela Palestina.

Gus Yahya menilai konsolidasi tersebut penting agar setiap keputusan di forum internasional memiliki pijakan moral yang kuat. Negara-negara yang tergabung diharapkan memiliki motivasi sama, yakni membantu rakyat Palestina keluar dari krisis berkepanjangan dikutip Antara.

Di hadapan para ulama, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia akan bergerak dengan penuh kewaspadaan. Prinsip menjaga dan membela rakyat Palestina, khususnya di Jalur Gaza, disebut sebagai garis yang tidak bisa ditawar.

Upaya tersebut, lanjutnya, tidak hanya akan berfokus pada Gaza, tetapi juga dikembangkan untuk membantu warga Palestina di Tepi Barat. Pemerintah ingin memastikan dukungan Indonesia tetap konsisten di berbagai jalur diplomasi.

Pertemuan itu menjadi sinyal bahwa komunikasi antara pemerintah dan ormas Islam terus terjalin dalam merespons dinamika global. PBNU berharap suara moral dari umat tetap menjadi rujukan utama dalam menentukan sikap Indonesia di kancah internasional.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru