Loading
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno meninjau Pasar Cipulir, Jakarta Selatan. (Pemprov DKI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memastikan penanganan pascabanjir di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, berjalan dengan baik. Ia menegaskan, berbagai fasilitas publik di kawasan tersebut mulai kembali berfungsi normal demi mendukung aktivitas masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya.
“Kami berupaya secepat mungkin melakukan penanganan, apalagi menjelang bulan puasa dan Hari Raya ketika aktivitas masyarakat di pasar meningkat,” ujar Rano Karno saat meninjau Pasar Cipulir, Senin (9/2/2026).
Rano menjelaskan, secara geografis Pasar Cipulir memang berada di kawasan rawan banjir. Lokasinya terletak di titik terendah Jalan Raya Ciledug dan dikelilingi aliran Kali Pesanggrahan yang membentuk pola menyerupai tapal kuda.
“Sejak dulu Pasar Cipulir memang sering terdampak banjir karena posisinya berada di titik terendah dan dikelilingi aliran Kali Pesanggrahan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, kerusakan turap Kali Pesanggrahan di area pintu masuk pasar berdampak pada amblasnya tembok pagar pembatas pasar sepanjang kurang lebih 33 meter. Kondisi tersebut turut memperparah dampak genangan air saat hujan dengan intensitas tinggi.
Menindaklanjuti hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai melakukan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya melalui sosialisasi Proyek Pembangunan Rumah Pompa Cipulir yang telah dilakukan pada 3 Februari 2026 bersama Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Proyek tersebut meliputi pemasangan pipa saluran air bawah tanah serta pembangunan rumah pompa untuk meningkatkan kapasitas pengendalian genangan di kawasan Pasar Cipulir. Pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada akhir Maret atau awal April 2026 dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Sementara itu, Suku Dinas SDA Jakarta Selatan juga mulai melakukan perbaikan turap Kali Pesanggrahan dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar 30 hari. Selama masa penanganan berlangsung, pompa air mobile tetap dioperasikan guna membantu proses penyedotan genangan, mengingat curah hujan masih relatif tinggi.
“Saat ini penanganan difokuskan pada penyedotan air terlebih dahulu, sementara perbaikan fisik berat dilakukan setelah kondisi memungkinkan,” jelas Rano.
Selain meninjau area pasar, Rano Karno juga mengecek kondisi Halte Transjakarta Cipulir. Ia mengapresiasi selesainya perbaikan eskalator halte yang sebelumnya sempat dikeluhkan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, eskalator Halte Transjakarta Cipulir sudah selesai diperbaiki. Semoga ini semakin meningkatkan kenyamanan dan pelayanan bagi pengguna Transjakarta,” pungkasnya.