Sabtu, 15 Agustus 2026

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta, Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo


  • Senin, 15 Juni 2026 | 11:00
  • | News
 Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta, Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier (tengah) beserta Ibu Negara Jerman Elke Büdenbender (kiri) menuruni tangga pesawat saat tiba di Pangkalan Udara TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (15/6/2026)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier tiba di Jakarta pada Senin (15/6/2026) pagi dalam rangka kunjungan kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung selama satu hari. Kedatangan kepala negara Jerman tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman di berbagai sektor strategis.

Pesawat yang membawa Presiden Steinmeier dan Ibu Negara Elke Büdenbender mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di Jakarta, Steinmeier disambut dengan upacara kehormatan dari jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mewakili Pemerintah Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyambut langsung kedatangan Presiden Jerman di ujung tangga pesawat. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Abdul Kadir Jailani.

Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara, dentuman meriam turut mengiringi prosesi penyambutan. Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Steinmeier ke Indonesia sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dimulai.

Usai prosesi penyambutan resmi, Presiden Steinmeier dan Ibu Negara berjalan menyusuri karpet biru menuju area pertunjukan budaya. Keduanya disuguhi penampilan singkat tarian tradisional Betawi sebagai bagian dari penyambutan khas Indonesia.

Setelah itu, rombongan Presiden Jerman melanjutkan perjalanan menuju Istana Merdeka menggunakan kendaraan kenegaraan yang dihiasi bendera Indonesia dan Jerman. Iring-iringan kendaraan mendapat pengawalan ketat dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Rute perjalanan melintasi sejumlah ruas utama ibu kota, mulai dari Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan M.H. Thamrin, hingga kawasan Monumen Nasional (Monas) sebelum tiba di Istana Merdeka.

Dalam agenda utama kunjungan ini, Presiden Steinmeier dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto. Kedua pemimpin negara akan membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan hubungan ekonomi, investasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah upaya memperluas kerja sama dalam pertukaran tenaga kerja terampil dan tenaga ahli antara Indonesia dan Jerman. Langkah ini dinilai penting untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor industri.

Selain membahas hubungan ekonomi, kedua negara juga diperkirakan akan mengeksplorasi peluang kerja sama baru di bidang pendidikan, teknologi, energi hijau, dan transformasi industri.

Selain agenda kenegaraan di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Kunjungan tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap keberagaman dan toleransi antarumat beragama yang menjadi salah satu ciri khas Indonesia.

Dalam lawatannya, Steinmeier juga akan bertemu dengan kalangan akademisi, peneliti, dan komunitas intelektual Indonesia untuk berdiskusi mengenai berbagai isu global dan peluang kerja sama di bidang ilmu pengetahuan.

Kunjungan ke Indonesia merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Presiden Jerman ke sejumlah negara Asia. Sebelum tiba di Jakarta, Steinmeier telah mengunjungi Uzbekistan dan Filipina dalam agenda diplomasi kawasan.


Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru