Loading
Hampir 70 persen penderita DBD di Sikka didominasi Pelajar. (Kabar Nusantara)
KUPANG, ARAHKITA.COM - Sebanyak 135 orang dari 194 penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur merupakan siswa SD dan SMP.
"Para penderita DBD di Kabupaten Sikka saat ini didominasi pelajar. Hampir sekitar 70 persen penderitanya adalah pelajar SD dan SMP," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sikka, Awales Syukur ketika dihubungi Antara dari Kupang, Minggu (26/1/2020).
Awales Syukur mengatakan hal itu terkait penanganan penderita demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu.
Ia mengatakan, kasus penyakit demam berdarah di Sikka, Pulau Flores sejak awal Januari 2020 terus meluas hingga mencapai 194 kasus dan dua orang meninggal dunia.
Tingginya penderita DBD dari kalangan pelajar kata dia, mendorong Pemerintah Kabupaten Sikka melakukan sosialisasi tentang kebersihan lingkungan di semua lembaga pendidikan di daerah itu.
"Pak Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga juga turun langsung ke sekolah-sekolah di Kota Maumere untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang bagaimana menjaga kebersihan lingkungan sekolah sehingga terhindari dari serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang melanda Kabupaten Sikka," kata Awales Syukur.
Dia mengatakan, pemerintah Kabupaten Sikka juga sedang gencar melakukan fogging di sekolah-sekolah dan rumah-rumah penduduk guna mengelimansi nyamuk aides agaipthy yang menjadi penyebab DBD sehingga tidak berkembang.
"Langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah salah satunya adalah melakukan fogging di rumah-rumah penduduk yang memiliki kasus DBD, termasuk melakukan kegiatan pengasapan di sekolah-sekolah sehingga pelajar di Maumere tidak terpapar DBD," tegasnya.