40 Orang Peserta Pelatihan Kuliner di Sikka Olah Makanan Lokal Jadi Menu Internasional


  • Sabtu, 16 Oktober 2021 | 21:00
  • | News
 40 Orang Peserta Pelatihan Kuliner di Sikka Olah Makanan Lokal Jadi Menu Internasional 40 peserta pelatihan sedang melakukan praktek pengolahan makanan lokal tersebut bertempat di ruang tata boga SMK Tawa Tanah Kewapante, desa Namang Kewa kecamatan Kewapante pada Jumat (15/10/2021). (Foto-Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)

MAUMERE, ARAHKITA.COM - Sebanyak 40 orang peserta pelatihan Peningkatan Inovasi dan Higienitas Sajian Kuliner di Destinasi Pariwisata Kabupaten Sikka dilatih untuk mengolah bahan makanan lokal menjadi menu internasional.

Pelatihan yang digelar Disparbud Kabupaten Sikka ini dengan mendatangkan instruktur yang telah bersertifikasi.

Pantauan media ini tampak ke-40 peserta pelatihan sedang melakukan praktek pengolahan makanan lokal tersebut bertempat di ruang tata boga SMK Tawa Tanah Kewapante, desa Namang Kewa kecamatan Kewapante pada Jumat (15/10/2021).

Paulina Paku, Trainer dan Guru Tata Boga pada SMK Tawa Tanah yang juga merupakan Instruktur pada kegiatan itu kepada media ini mengatakan bahwa dirinya diberikan kepercayaan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Sikka untuk memberikan  pelatihan kuliner kepada 40 peserta untuk berinovasi mengolah bahan makan lokal menjadi menu makanan internasional yang tentu memenuhi tuntutan pasar yang berstandar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment, Sustainability ).

Dikatakan Paulina bahwa ini adalah hari  ketiga dan dirinya memberikan tantangan praktek menu-menu bersifat global atau internasional yang dibagi dalam dua sesi yakni sesi kontinental dan oriental, ungkap Paulina.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa dalam praktek menu kontinental di antaranya, 1. American Risoles, bahan lokal tepung terigu berupa Vegetables Soup, Wiener Schnitzel, Frites Potatoes, Mixed Vegetables  dan Choux Fruit.

Menu 2. Street Food Mof antara lain Soup Ikan kelapa muda, Fillet Tuna Gulung Isi, Teri balut daun Singkong, Nasi dalam daun dan puding daun kelor.

Menu 3. Calamari Salad yaitu Shrimp Bosque, Ikan bakar Colo-colo,Tumis Jamur Kancing, Kentang Ongklok dan Mixed Juice.

Selanjutnya untuk menu Oriental kata dia, pihaknya memakai makanan orang Indonesia yang sering digunakan di hajatan-hajatan atau even-even. Salah satunya diambil dari Sulawesi dan Bali. Untuk menu Oriental kata dia berupa menu ayam Betutu, Pelecing Kangkung, Salad buah dan sambal Mata.

924b98f2-49e0-423b-a8b6-b3470d42214c

Vegetables Soup, salah satu menu hasil olahan peserta.

Secara garis besar Paulina melihat sebagian peserta sudah terbiasa dengan usaha kuliner, dengan kerja sama yang baik, walaupun cukup rumit prosesnya tapi dengan adanya pendampingan semuanya bisa dikerjakan dengan baik dan tentunya memenuhi standar CHSE.

"Untuk menu saya melihat dari ke 40 peserta pelatihan ada beberapa yang punya usaha kuliner mereka bisa terapkan. Kegiatan berjalan dengan baik tidak adanya kendala ada kerjasama yang baik diantara mereka", ujar Paulina.

Ia berharap kegiatan ini  berkelanjutan agar dapat menghasilkan kuliner-kuliner yang handal dan siap bersaing di dunia pariwisata dengan menyajikan menu makanan yang mempunyai baik lokal maupun internasional.

Sementara itu Emma Irmina Puli Kepala Bidang Industri dan Ekonomi berharap semoga pelatihan ini dapat bermanfaat bagi para peserta. Untuk meningkatkan kualitas produk kuliner lokal di pasar.

Kepada seluruh peserta pelatihan ia berharap tetap fokus pada pengembangan industri kuliner lokal di kabupaten Sikka dengan berinovasi dan tetap  memperhatikan unsur CHSE.

Irmina juga berpesan kepada para peserta agar tetap berinovasi dalam mengolah berbagai jenis bahan dan komponen makanan lokal menjadi sajian kuliner yang lezat dan higienis di destinasi pariwisata.

 

 

Editor : Farida Denura
Reporter : VJ Chabarezy Jr

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru